RADAR JOGJA - Banyak orang menganggap sikat gigi dua kali sehari saja sudah cukup untuk urusan kesehatan mulut.
Padahal, mulut adalah pintu masuk sekaligus cerminan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Rongga mulut terhubung langsung dengan saluran pencernaan dan saluran pernapasan, sehingga kuman yang berkembang biak di sana bisa memengaruhi organ lain jika tidak dikendalikan.
Baca Juga: Wamenhut Dorong Kolaborasi Internasional Hadapi Tantangan Kehutanan Global
Kenapa mulut yang sehat bukan cuma masalah gigi?
Karena kesehatan mulut berkaitan dengan sejumlah kondisi serius seperti endokarditis (infeksi lapisan dalam jantung), penyakit kardiovaskular, komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur, hingga pneumonia akibat bakteri mulut yang masuk ke paru-paru.
Sebaliknya, orang dengan diabetes atau HIV/AIDS juga lebih rentan mengalami gangguan pada rongga mulutnya.
Dengan kata lain, menyikat gigi bukan hanya rutinitas kebersihan, namun juga bagian dari menjaga sistem tubuh secara luas.
Baca Juga: Wamenhut Dorong Kolaborasi Internasional Hadapi Tantangan Kehutanan Global
Lima kebiasaan paling mudah dan paling berdampak
1. Sikat gigi dengan cara yang benar
Selama dua menit, sebanyak dua kali sehari, memakai pasta berfluoride, gerakan memutar tanpa menekan terlalu keras dan tidak lupa untuk menyikat lidah juga.
2. Bersihkan sela gigi setiap hari
3. Sikat gigi tidak menjangkau semua bagian
Benang gigi atau alat sejenis membersihkan sisa makanan yang jadi sumber plak dan bau mulut.
4. Kurangi makanan dan minuman manis serta asam
Baca Juga: Gas Melon Bakal Diganti CNG, Kapan Mulai Beredar dan Apa Perbedaannya?
Gula memberi makan bakteri penyebab lubang gigi, sementara makanan/minuman asam bisa mengikis lapisan email.
Ganti camilan manis dengan buah atau sayur segar, dan minum air putih setelah mengonsumsi sesuatu yang manis atau asam untuk menetralkan sisa asam di mulut.
5. Berhenti merokok dan batasi alkohol.
Dua kebiasaan ini mempercepat penumpukan plak, memicu mulut kering, dan meningkatkan risiko kanker mulut.
Baca Juga: Air Mata Ronaldo Usai Lakoni Laga Terakhir di Piala Dunia
6. Kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan
Tidak hanya untuk mengatasi masalah yang sudah muncul, tetapi untuk mendeteksi gangguan sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih rumit.
Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi yang sudah dipakai lebih dari 3-4 bulan atau bulunya mulai rusak.
Ini kebiasaan sederhana yang mudah dilupakan dan berpengaruh mengurangi efektivitas membersihkan gigi.
Kesehatan mulut yang buruk bukan hanya mengakibatkan gigi berlubang atau bau mulut, tapi berpotensi berkontribusi pada masalah kesehatan yang lebih serius di tubuh secara umum.
Editor : Meitika Candra Lantiva