JOGJA - Program cek kesehatan gratis (CKG) yang dijalankan di DIY mulai menemukan kecenderungan meningkatnya faktor risiko penyakit tidak menular pada kelompok usia muda. Beberapa di antaranya temuan potensi hipertensi, obesitas, hingga risiko diabetes melitus pada generasi muda.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan, dari hasil skrining dalam program CKG menunjukkan sebagian anak muda telah memiliki faktor risiko yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kelompok usia lanjut.
"Yang jadi konsen itu usia muda sudah ada potensi hipertensi. Lalu juga mulai ditemukan potensi kegemukan atau obesitas, yang bisa mengarah ke diabetes melitus," katanya, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Jabat sebagai Plt Kepala Kantor Pertanahan Sleman, Andi Reza Pastikan Lakukan Evaluasi
Meski, temuan tersebut belum dapat diartikan sebagai diagnosis penyakit. Program CKG berfungsi sebagai skrining awal untuk mendeteksi faktor risiko kesehatan sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan lebih dini apabila diperlukan.
Ia menjelaskan seseorang yang ditemukan memiliki kadar gula darah cenderung meningkat belum tentu langsung dinyatakan menderita diabetes melitus (DM). Untuk memastikan diagnosis, diperlukan pemeriksaan lanjutan secara berkala.
"Kalau dicek gula darahnya cenderung naik, itu belum tentu DM. Untuk memastikan DM harus ada beberapa pemeriksaan serial, tidak hanya sekali. Ini baru skrining," ujarnya.
Baca Juga: UAJY Tegaskan Pemberhentian Dosen Berinisial R Sudah Sesuai Prosedur
Anung menyebut proporsi anak muda yang terdeteksi memiliki faktor risiko hipertensi berada pada kisaran belasan hingga sekitar 20 persen. Meski tidak tergolong tinggi, angka tersebut dinilai cukup menjadi alarm bagi masyarakat karena muncul pada kelompok usia produktif.
Menurutnya, temuan faktor risiko sejak usia muda justru menjadi peluang untuk melakukan intervensi lebih awal. Dengan perubahan pola hidup dan pengendalian faktor risiko, potensi berkembangnya penyakit tidak menular pada usia lanjut dapat ditekan.
"Dulu manifestasi berat penyakit tidak menular biasanya terjadi pada usia tua. Tapi kalau faktor risikonya sudah terdeteksi sejak muda, maka bisa dikendalikan agar tidak jatuh sakit saat tua," pesannya.
Baca Juga: PSS Sleman Sayangkan Penghapusan Regulasi Pemain Muda U-22 di Super League Musim 2026/2027
Ia menambahkan, perubahan pola makan, kurangnya aktivitas fisik, hingga meningkatnya angka kegemukan menjadi faktor kompleks yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, Dinkes DIJ juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan skrining kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
"Ada kecenderungan usia muda ditemukan risiko hipertensi, belasan persen. Nah, itu yang menjadi konsen kami sebenarnya," jelasnya.
Dia berharap hasil temuan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk lebih memperhatikan gaya hidup sehat. "Deteksi dini ini langkah penting untuk mencegah berkembangnya penyakit tidak menular yang bisa menurunkan kualitas hidup di masa mendatang," tuturnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita