KEBUMEN - Angka prevalensi penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Kebumen menunjukkan peningkatan setiap tahun. Kendati begitu, Pemkab Kebumen tetap optimis target eliminasi kasus TBC dapat terselesaikan pada 2029.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kebumen Iwan Danardono mengatakan, pemerintah daerah bakal melakukan intervensi untuk menekan angka TBC. Berbagai langkah strategis disiapkan untuk penanganan TBC.
Hal ini sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk eliminasi TBC pada tahun 2029. "Kasus kami cari, kami temukan, lalu diobati sampai sembuh," katanya saat Peluncuran Program Serbu TBC dan Aplikasi Smart TB-R di Pendopo Kabumian, Kamis (11/6).
Baca Juga: Spesialis Bobol Tower BTS Ditangkap, Kabel Curian Dijual Online Rp 190 Ribu Tiap Kilogram
Iwan menyatakan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam penanganan TBC, namun perlu kerja sama lintas sektor yang kuat untuk saling melengkapi. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi lonjakan kasus TBC.
Pemerintah, kata dia, terus bekerja guna memastikan angka prevalensi TBC dapat terkendali. "Kami juga koordinasi dengan polsek. Melatih anggota bhabinkamtibmas menjadi petugas pelacak (tracer) TBC," jelasnya.
Berdasarkan data Dinkes PPKB, tren penemuan kasus TBC di Kebumen mengalami peningkatan secara nyata. Tercatat, di 2024 terdapat temuan sebanyak 2.800 kasus TBC.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu di Kulon Progo Tak Terima Gaji ke-13 Juni
Angka tersebut naik menjadi lebih dari 3.200 kasus pada 2025. Sementara hingga bulan Mei 2026, angka penemuan kasus TBC mencapai 30 persen dari estimasi target.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah menetapkan Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan sebagai desa percontohan penanganan TBC. Tercatat di desa tersebut terdapat sebanyak 25 pasien TBC. Mereka kemudian mendapat bantuan makanan bergizi senilai Rp 200 ribu per bulan untuk mendongkrak angka kesembuhan.
Selain itu, intervensi juga dilakukan melalui bantuan bedah rumah sehat bagi penderita TBC. Rumah ini didesain khusus dengan ventilasi udara yang baik dan pencahayaan matahari yang optimal untuk memutus rantai penularan. "Sistem pencarian kami berjalan aktif," ungkap Iwan.
Baca Juga: PT KAI Daop 6 Gunakan Peta Perencanaan Richtingskaart, Warga Blondo Sebut Tanah Negara
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengajak masyarakat melihat data terkait TBC secara objektif. Menurutnya, kenaikan angka penderita TBC bukan berarti menunjukkan situasi memburuk, tetapi sebagai bukti performa pelacakan petugas kesehatan di lapangan semakin optimal.
Ia menegaskan, pemkab terus berkomitmen memperkuat penanggulangan TBC melalui pemeriksaan kesehatan gratis, skrining aktif hingga kolaborasi pemenuhan gizi.
"Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, maka risiko penularan akan semakin kecil," katanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo