RADAR JOGJA - Hari Raya Kurban baru saja dirayakan.
Masyarakat mendapat berkah menikmati daging kurban.
Setelah menunaikan ibadah salat ied, selanjutnya dilakukan penyembelihan hewan kurban.
Mayoritas umat muslim di Indonesia, berkurban dengan memotong sapi, kambing, domba dan baru-baru ini, ada juga yang memotong unta layaknya negara Timur Tengah yang berada di gurun pasir.
Tidak ada aturan kaku terkait pembagian hewan kurban, akan tetapi perlu diwaspadai dalam mengkonsumsinya.
Jangan sampai berkah berujung masalah.
Daging Melimpah Saat Hari Kurban
Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan melimpahnya persediaan daging kurban di rumah, mulai dari daging sapi hingga kambing.
Di tengah suasana penuh berkah ini, aroma sate, gulai, dan rendang kerap menggoda kita untuk mengonsumsinya dalam jumlah besar.
Namun, di balik kelezatan hidangan tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan adanya ancaman serius jika kita mengonsumsi daging merah secara berlebihan.
Baca Juga: Jeremy Jacquet Optimis Bisa Bersinar di Liverpool Meski Terbebani Label Yang Tinggi
Bagaimana tinjauan medis melihat fenomena ini, dan apa batasan aman yang harus kita jaga?
Bahaya di Balik Porsi Berlebih
Daging merah, baik sapi maupun kambing, sebenarnya merupakan sumber protein, zat besi, dan vitamin B12 yang sangat baik.
Namun, masalah kesehatan akan muncul ketika konsumsinya melampaui kemampuan tubuh untuk menoleransinya.
Menurut penjelasan medis dari para ahli, berikut adalah beberapa dampak buruknya:
- Penyumbatan Pembuluh Darah (Dislipidemia dan Jantung)
Lemak jenuh yang tinggi pada daging merah memicu lonjakan kadar kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein/LDL).
Kelebihan LDL akan membentuk plak di dinding pembuluh darah (aterosklerosis) yang memicu penyakit jantung koroner dan stroke.
Baca Juga: Mikel Arteta Ungkap Perekrutan David Raya Cukup Sulit Karena Harus Meyakinkan Dewan Klub Arsenal
2. Serangan Asam Urat (Gout)
Daging merah kaya akan zat purin.
Saat tubuh memecah purin, kadar asam urat di dalam darah melonjak dan mengkristal di area persendian, menyebabkan radang hebat dan rasa nyeri yang mendadak.
3. Gangguan Pencernaan Akut
Daging tidak mengandung serat sama sekali.
Konsumsi berlebih memaksa lambung dan usus bekerja ekstra keras, memicu sembelit, perut kembung, hingga kram perut.
4. Memperberat Kerja Ginjal
Metabolisme protein menghasilkan limbah nitrogen.
Konsumsi protein hewani secara masif akan memaksa ginjal bekerja di luar kapasitas normalnya untuk menyaring limbah tersebut.
Baca Juga: Crystal Palace 1-0 Rayo Vallecano, The Eagles Angkat Trofi Eropa Pertama
Berapa Porsi Aman dalam Sehari?
Merujuk pada panduan dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) dan World Cancer Research Fund, batas aman konsumsi daging merah yang telah dimasak untuk orang dewasa sehat adalah 50 hingga 70 gram per hari (setara dengan 1–2 potong daging ukuran sedang atau 5–6 tusuk sate).
Dalam seminggu, akumulasi konsumsi daging merah sebaiknya tidak melebihi 350–500 gram.
Jika Anda memiliki riwayat komorbid seperti hipertensi, kolesterol tinggi, atau diabetes, kontrol porsi ini harus diperketat di bawah pengawasan medis.
Editor : Meitika Candra Lantiva