RADAR JOGJA - Kangkung (Ipomoea aquatica) adalah primadona dalam kuliner Asia Tenggara.
Dari tumis terasi yang menggugah selera hingga pelengkap pecel yang segar, sayuran air ini hampir selalu ada di meja makan kita.
Namun, di balik popularitasnya, terselip sebuah reputasi yang turun-temurun.
Kangkung dianggap sebagai pemicu kantuk yang manjur.
Benarkah demikian?
Apakah kangkung benar-benar "obat tidur" hijau atau sekadar mitos di siang bolong?
Jejak Sejarah
Sayuran yang TangguhKangkung memiliki sejarah panjang di kawasan tropis.
Meskipun asal-usul pastinya masih diperdebatkan antara India, Tiongkok, atau Asia Tenggara, tanaman ini telah lama menjadi sumber pangan krusial karena kemampuannya tumbuh sangat cepat, baik di air maupun tanah lembap.
Dalam catatan sejarah kuliner, kangkung sering disebut sebagai "sayuran rakyat" karena harganya yang terjangkau namun kaya nutrisi.
Lebih dari Sekadar Serat
Banyak yang meremehkan kangkung karena harganya yang murah, padahal secara densitas nutrisi, ia sangat luar biasa.
Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram kangkung segar terkandung komponen gizi sebagai berikut;
- Jumlah energi 19 Kalori
- Protein3.4 gram
- Serat2.0 gram
- Zat Besi (Fe)2.5 mg
- Vitamin A6.300
- IUVitamin C32 mg
- Kalium 450 mg3.
Benarkah Menyebabkan Kantuk?
- Efek Relaksasi dari Kalium dan Magnesium
Secara medis, anggapan bahwa kangkung menyebabkan kantuk memiliki dasar ilmiah, namun bukan berarti kangkung bekerja seperti obat tidur farmasi.
Berikut penjelasannya!
Kangkung kaya akan mineral kalium dan magnesium.
Keduanya dikenal dalam dunia gizi sebagai mineral "penenang".
Magnesium membantu mengendurkan otot-otot yang tegang dan menurunkan kadar kortisol (hormon stres).
2. Kandungan Selenium dan Zink
Beberapa penelitian menyebutkan adanya kandungan mikroelemen yang membantu saraf menjadi lebih rileks.
3. Senyawa Saponin dan Flavonoid
Senyawa ini memiliki efek sedatif (penenang) ringan pada sistem saraf pusat.
Menurut pendapat ahli kesehatan, efek mengantuk setelah makan kangkung sebenarnya bersifat subjektif dan ringan.
Baca Juga: Unai Emery Klaim Peminjaman Harvey Elliott dari Liverpool 'Memalukan'
Rasa kantuk yang hebat setelah makan siang biasanya lebih disebabkan oleh 'Postprandial Somnolence', yaitu kondisi di mana aliran darah terkonsentrasi ke sistem pencernaan, ditambah jika kangkung dikonsumsi bersama nasi dalam porsi besar (karbohidrat tinggi).
4. Fakta vs Mitos
Mengapa kita merasa mengantuk? Secara teknis, kangkung mengandung Triptofan.
Triptofan adalah asam amino esensial yang merupakan bahan baku pembuatan Serotonin (hormon bahagia) dan Melatonin (hormon tidur).
Namun, konsentrasi triptofan dalam kangkung tidak cukup tinggi untuk membuat seseorang langsung tertidur lelap seperti setelah mengonsumsi obat.
Jadi, jika Anda merasa sangat mengantuk setelah makan kangkung, kemungkinan besar itu adalah kombinasi dari efek relaksasi magnesium pada otot, lonjakan gula darah dari nasi putih yang menemani tumis kangkung.
Suhu tubuh yang naik saat proses pencernaan.
5. Manfaat Kesehatan Lainnya
Selain efek relaksasinya, kangkung adalah "superfood" lokal yang menawarkan beragam manfaat kesehatan, antara lain:
- Kesehatan Mata:
Berkat kandungan Vitamin A dan Beta-karoten yang sangat tinggi.
Baca Juga: Kibarkan Bendera Palestina Saat Pawai Kemenangan Barcelona, Lamine Yamal Dikritik Menhan Israel
- Anti-Anemia:
Kandungan zat besi yang baik untuk pembentukan sel darah merah.
- Detoksifikasi Alami:
Serat tingginya membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.
Apakah kangkung menyebabkan kantuk? Jawabannya adalah fakta, benar, namun secara tidak langsung.
Kangkung mengandung nutrisi yang membantu tubuh rileks, bukan membius.
Bagi Anda yang memiliki masalah insomnia, memasukkan kangkung ke dalam menu makan malam adalah strategi gizi yang cerdas untuk membantu tubuh mempersiapkan fase istirahat.
:
Editor : Meitika Candra Lantiva