RADAR JOGJA -Di berbagai penjuru Indonesia, hidangan bersambal hampir selalu disajikan bersama lalapan.
Mulai dari ayam goreng, ikan bakar, hingga pecel lele, kehadiran sayuran segar seperti mentimun, kemangi, hingga kubis seakan menjadi pelengkap wajib.
Fenomena kuliner ini ternyata bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki dasar ilmiah dan manfaat kesehatan yang kuat.
Baca Juga: BMKG Sebut Gelombang Equatorial Rossby Mulai Aktif, Jadi Pemicu Hujan Lebat di Awal Mei 2026
Penyeimbang Rasa Pedas
Sambal yang identik dengan rasa pedas berasal dari kandungan capsaicin, senyawa aktif dalam cabai yang memicu sensasi panas di lidah.
Lalapan seperti mentimun dan selada mengandung air tinggi yang membantu meredakan sensasi tersebut.
Menurut studi dalam bidang Ilmu Gizi, makanan dengan kandungan air dan serat tinggi dapat membantu menetralkan rangsangan panas pada reseptor lidah, sehingga konsumsi sambal menjadi lebih nyaman.
Baca Juga: Fakta-Fakta Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jogja, Dampak Fisik hingga Psikologis
Membantu Proses Pencernaan
Sebagian besar lalapan mengandung serat pangan yang tinggi.
Serat ini berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan mencegah gangguan seperti sembelit.
Dalam konteks kesehatan, serat mendukung proses pencernaan manusia dengan memperlancar pergerakan usus dan menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Hal ini menjadi penting karena makanan pedas berlebihan dapat memicu iritasi lambung pada sebagian orang.
Baca Juga: KLIC Fest 2026, Event Internasional Terbesar Pertama di Klaten
Sumber Antioksidan Alami
Lalapan seperti kemangi, daun singkong, dan terong mengandung vitamin dan antioksidan, termasuk vitamin C dan flavonoid.
Senyawa ini membantu melawan radikal bebas dan memperkuat sistem imun tubuh.
Konsumsi sayuran segar secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan gangguan metabolik.
Jenis Lalapan dan Fungsinya
Berikut beberapa lalapan yang umum ditemukan dalam hidangan sambal beserta manfaatnya:
- Mentimun: tinggi air, membantu hidrasi dan meredakan pedas
- Kemangi: mengandung minyak atsiri, bersifat antibakteri
- Kubis: kaya serat dan vitamin K, baik untuk pencernaan
- Selada: rendah kalori, membantu detoksifikasi ringan
- Daun singkong: sumber zat besi dan protein nabati
- Terong: mengandung antioksidan nasunin untuk kesehatan sel
Pendapat Ahli
Pakar gizi klinis dr Tan Shot Yen menilai keberadaan lalapan dalam hidangan tradisional merupakan bentuk kearifan lokal yang selaras dengan prinsip gizi seimbang.
“Lalapan bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting untuk menyeimbangkan komposisi makanan. Ada serat, vitamin, dan fungsi protektif bagi tubuh, terutama saat mengonsumsi makanan yang digoreng atau pedas,” ujarnya.
Aspek Keamanan Konsumsi
Meski menyehatkan, lalapan mentah tetap perlu diperhatikan kebersihannya.
Sayuran harus dicuci dengan air bersih mengalir untuk menghindari kontaminasi bakteri atau parasit yang dapat menyebabkan penyakit seperti diare.
Kehadiran lalapan dalam hidangan bersambal bukan sekadar tradisi kuliner, melainkan memiliki fungsi penting secara ilmiah:
- Menyeimbangkan rasa pedas
- Membantu pencernaan
- Menyediakan nutrisi penting
- Melindungi tubuh dari risiko penyakit
Dengan kata lain, lalapan adalah contoh nyata bagaimana budaya makan tradisional Indonesia telah lama mengadopsi prinsip kesehatan modern, secara alami dan berkelanjutan.
Editor : Meitika Candra Lantiva