RADAR JOGJA - Kasus diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami masyarakat Indonesia, terutama akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi atau infeksi virus dan bakteri.
Meski umumnya dapat sembuh dalam beberapa hari, penanganan yang tidak tepat berisiko menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.
Selain pengobatan medis, sejumlah bahan herbal berbasis tumbuh-tumbuhan telah lama digunakan sebagai alternatif pendamping untuk meredakan gejala diare.
Baca Juga: Iran Absen Dalam Pertemuan AFC di Kanada Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2026
Berikut lima di antaranya:
1.Daun jambu biji
Daun jambu biji dikenal mengandung tanin yang bersifat astringen, membantu mengurangi frekuensi buang air besar.
Air rebusan daun ini kerap digunakan sebagai pertolongan pertama di rumah.
2. Jahe
Rimpang jahe memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri.
Minuman jahe hangat dapat membantu meredakan kram perut serta memberikan efek nyaman pada saluran pencernaan.
Baca Juga: Luis Enrique Klaim Laga PSG vs Bayern Munich Adalah Pertandingan Terbaik Selama Karir Manajerialnya
3. Air tajin (air beras)
Air hasil rebusan beras mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diserap tubuh.
Cairan ini membantu mengikat kelebihan air di usus dan sering diberikan pada penderita diare, khususnya anak-anak.
4. Daun mint
Daun mint memiliki efek menenangkan otot saluran cerna.
Seduhan daun mint dapat membantu mengurangi rasa mual dan memperlambat gerakan usus yang terlalu aktif.
Baca Juga: Peringatan Erling Haaland untuk Rival: Manchester City Akan Lebih Baik Lagi Musim Depan
5. Pisang matang
Pisang kaya pektin yang berfungsi menyerap cairan berlebih di usus.
Kandungan kaliumnya juga membantu menggantikan elektrolit yang hilang saat diare.
Pakar gizi klinis dr Tan Shot Yen menegaskan bahwa penggunaan herbal dapat membantu meredakan gejala, namun bukan pengganti penanganan utama.
“Yang paling penting saat diare adalah menjaga kecukupan cairan tubuh. Rehidrasi harus menjadi prioritas, baik dengan air putih, oralit, maupun cairan lain yang aman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menunda penanganan medis jika diare berlangsung lebih dari tiga hari, disertai demam tinggi, atau terdapat tanda dehidrasi seperti lemas dan berkurangnya frekuensi buang air kecil.
Tenaga kesehatan menekankan bahwa kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan penderita penyakit kronis memerlukan perhatian khusus.
Penggunaan obat tradisional sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan tenaga medis untuk menghindari efek samping atau interaksi yang tidak diinginkan.
Dengan kombinasi penanganan yang tepat, pola makan bersih, serta pemanfaatan herbal secara bijak, diare dapat ditangani secara efektif tanpa menimbulkan komplikasi serius.
Editor : Meitika Candra Lantiva