Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ternyata Bayi Kerdil itu Bukan Faktor Genetik atau Takdir, Tetapi Semasa Kehamilan Mengalami Hal Ini

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 4 April 2026 | 14:11 WIB
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr Hengky Fernando Darmawan. (TikTok/dr Hengky Fernando D)
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr Hengky Fernando Darmawan. (TikTok/dr Hengky Fernando D)
  

RADAR JOGJA - Banyak yang berfikir, orang kerdil (stunting) itu akibat genetik atau takdir, tidak ada obatnya.

Ternyata pemikiran itu tak sepenuhnya benar.

Faktor terbesar penyebab manusia tumbuh kerdil karena sang ibu kekurangan gizi saat memasuki kehamilan.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr Hengky Fernando Darmawan mengatakan kondisi bayi tumbuh kerdil bisa terjadi apabila saat kehamilan sang ibu kekurangan zat besi, vitamin bahkan mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah.

Baca Juga: Prediksi Skor Manchester City vs Liverpool FA Cup Sabtu 4 April 2026

Bagaimana cara mendeteksi ada anemia, bagaimana caranya mencegahnya?

Dr Hengky menekanan kepada ibu hamil agar rutin melakukan pemeriksaan laboratorium sejak awal kehamilan.

"Ibu hamil terkadang tidak tahu, kadang-kadang menganggap remeh dan masa bodoh. Pemeriksaan laboratorium termasuk pengecekan Hemoglobin (Hb) penting dalam kehamilan bukan hanya saat menjelang melahirkan tetapi dalam perkembangan janin," terang dr Hengky dikutip dari akun TikTok pribdadinya, @dr.hengky.spog.

Hal yang perlu diperhatikan persiapan melahirkan, bagaiman kehamilannya itu efektif.

Saat di kandungan bayi Hbnya baik, termasuk Hb sang ibu.

Baca Juga: Persebaya vs Persita, Bernardo Tavares: Jika Kita Ingin Menang, Kita Perlu Menunjukkan Lebih di Lapangan

"Andai kata Hbnya rendah itu juga harus ditelusuri penyebab anemia, karena penyebab anemia bukan karena zat besi saja, tetapi cek feritin dan segala macam dan itu perlu waktu," jelas dr di RS Awal Bros Botania Batam itu.

Untuk pembentukan sel darah merah lanjutnya, memerlukan waktu 90 hari atau sekitar 3 bulan.

Nah, bila kondisi ibu anemia menjelang persalinan, sedang waktu yang diperlukan untuk pembentukan darah merah kurang lebih 3 bulan, maka sang ibu terburu lahir dan pemberian obat tidak bermanfaat ke bayi pasca dilahirkan.

Baca Juga: Andy Irfan Jadi Spesialis Super Sub saat Lawan Capek

Maka dari itu, sang anak bisa tumbuh kerdil.

"Vitamin ada bermacam-macam penggunaannya. Zat besi juga, ada bermacam dosisnya, harus disesuaikan dengan kondisi pada saat itu, bukan sekali minum langsung selesai," tambahnya. (mel)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kehamilan #dr Hengky Fernando Darmawan #Keseahatan #Stunting #bayi kerdil