RADAR JOGJA - Skoliosis kerap tidak disadari karena pada tahap awal jarang menimbulkan keluhan berarti.
Kondisi kelainan tulang belakang yang melengkung ke samping ini dapat dialami sejak usia remaja hingga dewasa, dan sering baru terdeteksi ketika postur tubuh mulai tampak tidak simetris atau muncul rasa tidak nyaman saat beraktivitas.
Skoliosis kerap tidak disadari karena pada tahap awal jarang menimbulkan keluhan berarti.
Kondisi kelainan tulang belakang yang melengkung ke samping ini dapat dialami sejak usia remaja hingga dewasa, dan sering baru terdeteksi ketika postur tubuh mulai tampak tidak simetris atau muncul rasa tidak nyaman saat beraktivitas.
Skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan lengkungan abnormal berbentuk huruf C atau S.
Kondisi ini umumnya berkembang secara perlahan, terutama pada masa pertumbuhan remaja, sehingga kerap luput dari perhatian jika tidak dilakukan pemeriksaan khusus.
Sebagian besar kasus skoliosis tergolong idiopatik atau tidak diketahui penyebab pastinya.
Meski demikian, faktor genetik disebut berperan dalam meningkatkan resiko seseorang mengalami kelainan ini.
Selain itu, skoliosis juga dapat berkaitan dengan kondisi tertentu seperti gangguan saraf dan otot, atau kelainan bawaan sejak lahir.
Dalam aktivitas sehari-hari, skoliosis ringan sering kali tidak menimbulkan hambatan berarti.
Namun pada kondisi tertentu, kelengkungan tulang belakang dapat memicu keluhan seperti nyeri punggung, cepat lelah, hingga keterbatasan gerak.
Skoliosis dengan tingkat kelengkungan yang lebih berat berpotensi mempengaruhi fungsi paru-paru dan pernapasan apabila lengkungan menekan rongga dada.
Penanganan skoliosis disesuaikan dengan usia dan tingkat keparahan kondisi.
Melansir pada Alodokter, pemantauan rutin biasanya dilakukan pada kasus ringan untuk melihat perkembangan kelengkungan tulang belakang.
Pada anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan, penggunaan brace atau penyangga tulang belakang dapat direkomendasikan untuk mencegah kondisi memburuk.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan postur tubuh, pemeriksaan skoliosis kini semakin dianjurkan, terutama bagi anak dan remaja.
Deteksi dini dinilai penting untuk membantu menentukan langkah penanganan yang tepat dan mencegah dampak jangka panjang terhadap aktivitas serta kualitas hidup. (Salwa Caesy)
Editor : Meitika Candra Lantiva