Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tuberkulosis di Kota Jogja Capai 1.333 Kasus Tahun Lalu, Separo Berasal dari Penderita Luar Daerah

Iwan Nurwanto • Senin, 16 Februari 2026 | 08:40 WIB

 

Gejala TBC
Gejala TBC

JOGJA - Penyakit tuberkulosis (TBC) di Kota Jogja tercata hingga 1.333 kasus tahun lalu. Namun separo dari jumlah itu, merupakan masyarakat luar daerah yang memeriksakan diri ke Kota Jogja.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, banyaknya temuan pasien luar daerah menjadi kendala tersendiri. Lantaran pemeriksaan kontak erat penderita seperti keluarga dan rekan kerja sulit dilakpelacukan. Padahal TBC merupakan penyakit yang mudah menular.

Endang menilai, investigasi kontak merupakan salah satu upaya meminimalisasi penularan TBC yang efektif dan minim biaya. Implementasinya dengan skrining seluruh anggota keluarga serumah dengan penderita. Kemudian rekan kerja satu ruangan, dan tetangga atau kerabat yang berkontak erat dengan penderita.

Cara tersebut diambil karena orang yang sudah berkontak dengan penderita TBC memiliki risiko tinggi terinfeksi. Namun biasanya banyak yang tidak menyadari atau abai. Padahal TBC merupakan salah satu jenis penyakit jangka panjang yang dampaknya terasa di kemudian hari.

“Kontak erat harus menjalani terapi pencegahan, agar tidak berkembang menjadi sakit TBC,” bebernya.

Sementara itu, Epidemiolog Kesehatan Dinkes Kota Jogja Setyo Gati Candra Dewi mengungkap, tidak semua pasien TBC yang memeriksakan diri ke Kota Jogja menyelesaikan pengobatan. Alhasil pencegahan dan penanganan penyakit yang menyerang organ paru-paru tidak optimal.

Penyebabnya beragam. Ada yang putus obat di tengah jalan, pindah ke luar daerah tanpa terlacak, hingga meninggal dunia.

Gati menyampaikan, bahwa pengobatan rutin pasien TBC menjadi hal krusial. Sebab bagi pasien yang memiliki komorbid dapat meningkatkan resiko kematian. Tahun lalu ada 90 pasien TBC berkomorbid yang meninggal dunia

“Banyak pasien memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, HIV, dan penyakit lainnya. Secara pencatatan tetap masuk sebagai kematian TBC,” ungkapnya. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Jogja #tuberkulosis (TBC) #penderita tbc #pelacakan #kontak erat #tbc #Dinkes Kota Jogja