Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenali Gejala Anemia: Lebih dari Sekadar Merasa Lemas dan Lelah

Bahana. • Minggu, 18 Januari 2026 | 15:25 WIB
Penyakit Anemia yang sering dialami oleh remaja putri.
Penyakit Anemia yang sering dialami oleh remaja putri.

Banyak orang menganggap anemia hanya soal kekurangan darah yang membuat tubuh lemas. Padahal, kondisi ini jauh lebih kompleks dan memiliki dampak signifikan jika tidak ditangani dengan serius.

Anemia mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, terutama wanita dan anak-anak, namun sering diabaikan karena gejalanya yang mirip dengan kelelahan biasa.

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin – protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika kadar hemoglobin rendah, organ dan jaringan tubuh tidak mendapat cukup oksigen untuk berfungsi optimal.

Inilah yang menyebabkan berbagai gejala yang sering dialami penderita anemia.

Gejala Umum yang Mudah Dikenali

Gejala paling khas dari anemia adalah rasa lelah yang berlebihan dan tidak hilang meski sudah istirahat.

Penderita anemia sering merasa tidak bertenaga bahkan untuk melakukan aktivitas ringan seperti naik tangga atau berjalan jarak dekat.

Pusing dan sakit kepala juga sering terjadi, terutama saat berdiri terlalu cepat atau setelah beraktivitas.

Kulit dan bagian dalam kelopak mata yang pucat adalah tanda visual yang jelas. Warna pucat ini terjadi karena berkurangnya kadar hemoglobin yang memberikan warna merah pada darah.

Selain itu, detak jantung yang tidak teratur atau berdebar-debar bisa menjadi sinyal bahwa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah yang mengandung sedikit oksigen.

Napas yang terengah-engah saat melakukan aktivitas ringan juga merupakan indikator penting.

Tubuh berusaha mengkompensasi kekurangan oksigen dengan bernapas lebih cepat, sehingga penderita anemia mudah kehabisan napas bahkan saat beraktivitas yang biasanya tidak melelahkan.

Gejala yang Sering Diabaikan

Ada beberapa tanda anemia yang sering tidak disadari. Rambut rontok yang berlebihan bisa menjadi indikasi anemia, karena folikel rambut membutuhkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk tumbuh sehat.

Ketika pasokan oksigen berkurang, pertumbuhan rambut terganggu dan rambut menjadi rapuh.

Beberapa penderita anemia sering mengalami sensasi kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki.

Kuku yang rapuh dan mudah patah juga termasuk tanda anemia. Lidah terasa sakit saat makan makanan tertentu bisa menunjukkan kekurangan vitamin B12 atau zat besi.

Gejala ini terjadi karena vitamin B12 berperan penting dalam kesehatan sistem saraf.

Gengguan kognitif speerti sulit konsentrasi, mudah lupa, dan mood yang tidak stabil juga bisa menjadi gejala anemia.

Otak membutuhkan banyak oksigen untuk berfungsi dengan baik, dan kekurangan oksigen dapat mempengaruhi kemampuan berpikir dan suasana hati.

Wanita yang sedang menstruasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia karena kehilangan darah setiap bulan.

Ibu hamil juga sangat rentan karena kebutuhan zat besi meningkat drastis untuk mendukung pertumbuhan janin.

Anemia pada kehamilan bisa berdampak serius pada kesehatan ibu dan bayi.

Anak-anak dalam masa pertumbuhan, terutama balita dan remaja, membutuhkan asupan zat besi yang cukup untuk mendukung perkembangan tubuh dan otak.

Kekurangan zat besi pada masa ini bisa berdampak jangka panjang pada kemampuan kognitif mereka.

Anemia bukan sekadar merasa lemas atau lelah biasa. Ini adalah kondisi medis yang memerlukan perhatian serius karena mempengaruhi hampir setiap aspek kesehatan tubuh.

Mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat adalah langkah untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Penulis: Adzkia Fahdila Khairunisa

Editor : Bahana.
#anemia #kurang darah