Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Overthinking, Kebiasaan yang Sering Dianggap Sepele tapi Menguras Pikiran

Magang Radar Jogja • Rabu, 31 Desember 2025 | 16:10 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang mengalami overthinking .
Ilustrasi seseorang yang sedang mengalami overthinking .

RADAR JOGJA - Pernah terjebak memikirkan satu hal berulang-ulang hingga sulit fokus, cemas, bahkan susah tidur?

Kebiasaan tersebut kerap dianggap wajar dan sepele, padahal overthinking diam-diam bisa menguras energi mental dan berdampak pada kesehatan pikiran jika dibiarkan terus-menerus.

Overthinking merupakan kondisi ketika seseorang berpikir secara berlebihan terhadap suatu masalah, baik yang sudah terjadi maupun yang belum tentu terjadi.

Biasanya, pikiran dipenuhi oleh berbagai kemungkinan negatif, penyesalan, atau kekhawatiran berlebihan yang sulit dikendalikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, overthinking sering muncul saat menghadapi tekanan pekerjaan, masalah akademik, hubungan sosial, hingga persoalan pribadi.

Banyak orang menganggapnya sebagai bentuk kehati-hatian, padahal jika berlangsung terus-menerus justru dapat memicu stres, kecemasan, bahkan gangguan tidur.

Psikolog menyebutkan bahwa overthinking membuat otak terus bekerja tanpa menghasilkan solusi yang jelas.

Alih-alih menyelesaikan masalah, pikiran justru berputar di tempat yang sama dan menguras energi emosional.

Beberapa tanda seseorang mengalami overthinking antara lain sulit mengambil keputusan, sering menyalahkan diri sendiri, membayangkan skenario terburuk, serta merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas fisik berat.

Untuk mengatasinya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan.

Salah satunya adalah membatasi waktu berpikir dengan menetapkan jeda khusus untuk merenung, lalu berhenti ketika waktu tersebut habis.

Selain itu, menuliskan pikiran di atas kertas juga dapat membantu mengurai kecemasan dan membuat masalah terasa lebih terkontrol.

Mengalihkan perhatian ke aktivitas positif seperti olahraga ringan, mendengarkan musik, atau berbincang dengan orang terdekat juga efektif untuk memutus siklus pikiran berlebihan.

Jika overthinking sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional seperti konselor atau psikolog menjadi langkah yang bijak.

Overthinking memang kebiasaan yang umum dialami banyak orang.

Namun, mengenali dan mengelolanya sejak dini penting agar pikiran tetap sehat dan kehidupan sehari-hari dapat dijalani dengan lebih tenang. (Salwa Caesy)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#menguras pikiran #kecemasan #kebiasaan #overthingking