RADAR JOGJA - Kita mungkin pernah berada dalam situasi di mana kita terpaksa tetap fokus dan produktif di tengah berbagai kesibukan, tetapi setelah semua tugas dan tekanan itu akhirnya selesai, barulah tubuh kita menyerah dan jatuh sakit.
Fenomena ini disebut post stress crash, yaitu kondisi ketika tubuh akhirnya merespons kelelahan dan mulai memasuki proses pemulihan setelah sebelumnya menahan stres dalam jangka waktu yang lama.
Hal ini bukan terjadi karena tubuh sedang lemah, tetapi karena selama masa stres yang berkepanjangan, tubuh menahan berbagai efek kelelahan agar kita tetap mampu beraktivitas.
Saat stress melanda, tubuh secara otomatis beralih ke mode fight or flight.
Kenaikan hormon adrenalin dan kortisol membantu tubuh tetap terjaga, kuat, dan siap beraksi walau kondisi fisik sudah menurun.
Reaksi ini memang efektif dalam jangka pendek, namun ketika terjadi berkepanjangan, tubuh akan lebih fokus mempertahankan diri daripada memulihkan kondisi.
Daya tahan tubuh melemah, tubuh tidak diberi kesempatan cukup untuk beristirahat, dan seluruh tenaga diarahkan untuk menyelesaikan tugas atau menghadapi tekanan yang ada.
Akibatnya, banyak orang yang akhirnya mengalami gejala seperti flu, sakit kepala, tubuh pegal, sulit konsentrasi, hingga rasa lemas yang muncul mendadak.
Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah memberikan diri kesempatan untuk beristirahat.
Istirahat sama sekali bukan bentuk kemalasan, melainkan kebutuhan tubuh untuk kembali pulih.
Dengarkanlah sinyal yang diberikan tubuh, cukupi waktu tidur, penuhi kebutuhan nutrisi, dan hindari aktivitas yang memaksamu bekerja berlebihan.
Cobalah melakukan aktivitas sederhana yang menenangkan, seperti menulis jurnal, berjalan santai, atau menarik napas dalam.
Dengan begitu, membantu tubuh mendapatkan ruang untuk mengisi ulang energi dan kembali seimbang.
Kondisi ini seperti ini mengingatkan kita bahwa stres bukan hanya berakar dari beban pikiran, tetapi juga pesan dari tubuh yang meminta perhatian.
Mengenali batas diri dan memberi waktu untuk istirahat adalah langkah pertama menuju kesehatan mental dan fisik yang lebih baik. (Desfina Citra)
Editor : Meitika Candra Lantiva