Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bruce Willis Didonasikan Otaknya, Warisan untuk Penelitian Demensia

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 2 Desember 2025 | 00:09 WIB
Aktor Hollywood, Bruce Willis (Sumber: Pinterest)
Aktor Hollywood, Bruce Willis (Sumber: Pinterest)

RADAR JOGJA – Kabar mengharukan datang dari keluarga aktor legendaris Hollywood, Bruce Willis. Sang istri, Emma Heming Willis, mengumumkan bahwa keluarga telah sepakat untuk mendonorkan otak Bruce Willis setelah ia meninggal dunia. Keputusan ini diambil demi mendukung penelitian terkait penyakit demensia frontotemporal (FTD) yang diderita sang aktor.

Bruce Willis resmi pensiun dari dunia akting pada 2022 setelah didiagnosis afasia, gangguan yang memengaruhi kemampuan berbicara. Setahun kemudian, diagnosis diperbarui menjadi FTD, sebuah penyakit neurodegeneratif yang secara progresif memengaruhi komunikasi, perilaku, hingga kepribadian.

Dalam buku terbarunya berjudul The Unexpected Journey, Emma Heming menulis bahwa keluarga berharap donasi otak Bruce dapat membantu ilmuwan memahami lebih dalam perubahan biologis di otak, termasuk penumpukan protein abnormal, mutasi genetik, hingga kerusakan struktural. 

Langkah ini mendapat perhatian luas dari publik internasional. Banyak pihak menilai keputusan keluarga Willis sebagai bentuk empati sekaligus kontribusi besar bagi dunia medis. “Kami ingin pengalaman sulit ini menjadi warisan berharga untuk penelitian dan generasi mendatang,” ungkap Emma. 

Meski kondisi kesehatannya menurun, keluarga tetap menjaga suasana hangat. Emma menyebut liburan bersama Bruce masih terasa penuh kebahagiaan, dengan tradisi keluarga yang disesuaikan agar ia tetap terlibat.

Bruce Willis sendiri dikenal sebagai salah satu ikon film laga Hollywood. Namanya melejit lewat film Die Hard, Armageddon, hingga The Sixth Sense. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjadi wajah populer perfilman dunia sebelum akhirnya mundur karena kondisi kesehatan. 

Keputusan keluarga Wilis menegaskan bahwa perjuangan menghadapi penyakit neurodegeneratif bukan hanya soal perawatan, tetapi juga kontribusi untuk ilmu pengetahuan. Donasi otak Bruce diharapkan menjadi pintu bagi pengalaman lebih luas tentang demensia frontotemporal, sekaligus memberi harapan bagi jutaan penerita di seluruh dunia. 

(Hanifah Okta) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Bruce Willis donasi otak #dimensia #bruce willis