Ginjal adalah salah satu organ vital yang bekerja tanpa henti, bahkan saat kita tidur. Namun, ternyata ada kebiasaan-kebiasaan di malam hari yang sering dianggap sepele, padahal bisa merusak fungsi ginjal secara perlahan.
Seperti, menahan kencing, makan yang tinggi protein, makan yang tinggi natrium, dan kurangnya mengkonsumsi air putih.
Yuk, simak kebiasaan-kebiasaan berbahaya yang sering dilakukan di malam hari dan bagaimana dampaknya bagi ginjal anda.
1.Menahan Kencing Semalaman
Sebagian orang umumnya terbangun saat larut malam akibat keinginan untuk buang air kecil.
Alih-alih menuju ke toilet, beberapa di antara mereka memilih untuk kembali tidur dan menahan untuk tidak membuang air kecil.
Namun, menahan kencing secara berkepanjangan dapat menambah tekanan pada kantong kemih, yang juga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih.
Seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut dapat merusak fungsi ginjal.
2. Makan yang Tinggi Protein
Ahli nefrologi Frita McRae Fisher, MD mengungkapkan bahwa memakan makanan yang kaya protein sebelum tidur bisa memberikan tekanan yang berlebihan untuk ginjal.
Risiko ini akan semakin meningkat bagi orang telah mengalami PGK, atau berisiko mengalami masalah ginjal seperti pada penderita diabetes, hipertensi, dan penyakit ginjal polikistik.
3. Makan yang Tinggi Natrium
Sama seperti makanan yang kaya protein, makanan dengan kandungan natrium atau garam yang tinggi yang dikonsumsi sebelum tidur dapat berpotensi memicu masalah pada ginjal.
Frita menjelaskan bahwa saat mengonsumsi natrium atau garam yang berlebihan, tubuh cenderung menyimpan air dalam pembuluh darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah.
Tekanan darah yang tinggi menjadi faktor risiko kedua yang paling signifikan untuk penyakit ginjal kronis.
4. Kurangnya Minum Air Putih
Mengkonsumsi air putih sebelum tidur sebenarnya tidak berbahaya. Oleh karena itu, anggapan yang menyatakan bahwa mengkonsumsi air putih di malam hari tepatnya sebelum tidur dapat merusak ginjal adalah sebuah kesalahpahaman.
Rasa lapar yang dirasakan sebelum tidur kemungkinan merupakan indikasi kurangnya cairan.
Jika ini terus terjadi, bisa mengakibatkan azotemia pra-ginjal, yang merupakan sebuah bentuk cedera ginjal akut, dan pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya penyakit ginjal kronis.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.