Kacang mete sering disebut sebagai camilan sehat bagi ibu menyusui karena kandungan nutrisinya yang cukup lengkap.
Di dalamnya terdapat lemak sehat, protein, magnesium, zinc, vitamin B kompleks, dan antioksidan yang membantu mencukupi kebutuhan energi harian ibu.
Lemak sehat berperan mendukung pembentukan hormon penting untuk proses menyusui, sementara protein, magnesium, dan zinc membantu menjaga metabolisme, imun, serta pemulihan tubuh.
Meski nutrisinya bermanfaat, kacang mete bukanlah penghasil ASI langsung. Hingga saat ini belum ada penelitian yang menyatakan bahwa mete termasuk dalam kategori galactagogue seperti daun katuk, oatmeal, fenugreek, atau biji adas.
Namun, asupan energi dari mete dapat membuat ibu merasa lebih kuat, tidak mudah lelah, dan lebih stabil secara fisik kondisi yang mendukung kerja hormon prolaktin dan oksitosin agar produksi ASI tetap baik.
Banyak ibu menyusui yang merasa ASI mereka lebih lancar setelah mengonsumsi kacang mete.
Efek ini kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya kalori yang membantu memenuhi kebutuhan energi tambahan ibu menyusui, lemak sehat yang mendukung keseimbangan hormon, serta faktor psikologis.
Rasa percaya bahwa makanan tertentu membantu dapat membuat ibu lebih tenang, sehingga hormon oksitosin bekerja lebih optimal dan ASI terasa lebih lancar.
Konsumsi kacang mete tetap perlu diperhatikan karena kandungan kalorinya cukup tinggi, yaitu sekitar 155 kalori per 28 gram.
Jumlah yang terlalu banyak bisa membuat ibu cepat kenyang atau mengalami kenaikan berat badan.
Cara aman mengonsumsinya antara lain memilih mete panggang tanpa bumbu, menghindari varian yang terlalu asin, memakannya dalam porsi kecil seperti segenggam kecil per hari, serta menjadikannya camilan pendamping makanan utama, bukan pengganti.
Penulis Naela Alfi Syahra
Editor : Bahana.