RADAR JOGJA - Di balik rasanya yang manis, gula memiliki efek yang sama sekali tidak manis bagi tubuh.
Meskipun gula merupakan salah satu sumber energi, mengonsumsi gula secara berlebihan dapat memicu berbagai organ untuk bekerja lebih berat dari seharusnya.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu masalah yang sulit diperbaiki di kemudian hari.
Salah satu organ yang paling terdampak ketika asupan gula meningkat adalah hati.
Ketika gula, terutama fruktosa dikonsumsi dalam jumlah besar, maka hati mengolah sisanya menjadi lemak trigliserida.
Lemak ini kemudian mengakibatkan penumpukan di sekitar organ, sehingga memicu penyakit NAFLD (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease).
Gejala awal yang sering muncul adalah rasa sakit di perut kanan atas serta meningkatnya kadar trigliserida dalam darah.
Otak juga sangat sensitif terhadap gula.
Tingginya kandungan gula dalam tubuh dapat menyebabkan brain fog atau kabut otak, yaitu ketika seseorang mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, dan merasa proses berpikirnya menjadi lambat.
Selain itu, lonjakan gula darah dapat memicu mood swing yang membuat emosi naik turun secara drastis.
Konsumsi gula berlebih juga dapat memengaruhi sistem dopamin sehingga menimbulkan kecanduan.
Pada organ jantung, gula berlebih dapat memicu tekanan darah tinggi serta peradangan kronis.
Akibatnya dinding pembuluh darah akan rusak dan memicu terbentuknya plak yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Kondisi ini membuat jantung harus bekerja lebih keras yang pada akhirnya membuat seseorang cepat lelah dan mengalami sesak napas.
Pankreas juga tak lepas dari dampaknya.
Kadar gula berlebih memaksa pankreas untuk bekerja ekstra berat untuk menghasilkan insulin.
Kondisi ini membuat tubuh lebih cepat merasa kelelahan.
Begitu pula dengan ginjal yang juga bekerja keras mengeluarkan kelebihan gula lewat urin, sehingga membuat kita lebih sering buang air kecil dan merasa cepat haus.
Di dalam mulut, kerusakan gigi dapat terjadi karena gula menjadi pemicu utama pertumbuhan bakteri.
Akibatnya, risiko gigi berlubang meningkat, gusi lebih mudah bengkak atau berdarah, dan bau mulut pun lebih mudah muncul.
Sebenarnya gula bukanlah sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya, namun perlu dikonsumsi dalam batas yang wajar agar tubuh tetap aman terjaga dari rdampak buruk jangka panjang. (Desfina Citra)
Editor : Meitika Candra Lantiva