Musim hujan biasanya bikin jumlah nyamuk meningkat drastis, terutama Aedes aegypti yang jadi penyebab demam berdarah (DBD). Supaya tetap aman, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari.
Pertama, lakukan 3M Plus: menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali, menutup tempat penyimpanan air rapat, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang bisa jadi sarang nyamuk.
Plus-nya bisa berupa menggunakan kelambu, obat nyamuk, hingga memasang kasa di ventilasi.
Pastikan rumah mendapat pencahayaan cukup, karena nyamuk suka tempat gelap dan lembap. Bersihkan sudut-sudut rumah yang jarang tersentuh, termasuk bawah meja, belakang lemari, serta kamar mandi.
Gunakan lotion antinyamuk saat aktivitas, terutama pagi dan sore ketika nyamuk DBD paling aktif. Pilih yang aman untuk kulit, terutama kalau punya kulit sensitif.
Letakkan tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, sereh wangi, atau mint di beberapa spot ruangan. Tanaman ini bisa membantu mengurangi kehadiran nyamuk dengan aroma alaminya.
Cek lingkungan sekitar rumah. Genangan kecil seperti tutup botol, talang air tersumbat, pot bunga, atau tatakan dispenser bisa jadi tempat nyamuk berkembang biak.
Musim hujan bikin air gampang mengendap, jadi perlu dicek rutin.
Jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat: tidur cukup, makan bergizi, dan cukup minum. Tubuh yang fit lebih kuat melawan infeksi.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, risiko DBD bisa ditekan meskipun musim hujan datang.
Kalau demam tinggi mendadak, nyeri tubuh, atau muncul bintik merah, segera periksa ke fasilitas kesehatan untuk mencegah kondisi semakin parah.
Penulis Naela Alfi Syahra