Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sering Buang Air Kecil hingga Leher Menghitam, Dokter Dicky Ungkap Tanda-Tanda Diabetes pada Anak

Magang Radar Jogja • Jumat, 14 November 2025 | 21:17 WIB

dr. Spesialis penyakit dalam, Dicky Tahapary menjelaskan jika gejala diabetes pada anak sering ditemukan saat ini.
dr. Spesialis penyakit dalam, Dicky Tahapary menjelaskan jika gejala diabetes pada anak sering ditemukan saat ini.

Diabetes pada anak bukan lagi sesuatu yang jarang ditemui. Bahkan gejalanya sering muncul tanpa disadari orang tua.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes, dr. Dicky Tahapary, mengingatkan bahwa kasus diabetes pada anak kini semakin sering ditemukan.

Orang tua diminta lebih peka dan jeli terhadap tanda-tanda awal yang sering muncul, salah satunya anak sering buang air kecil atau ngompol meski usianya sudah besar.

Salah satu gejala yang paling sering muncul adalah anak sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

“Jadi kalau anak-anak, biasanya sudah gede waktunya kok masih sering ngompol misalkan, atau malam kok ngompol terus. Itu salah satu gejalanya,” ujar dr. Dicky Tahapary dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Selain itu, perubahan warna kulit pada bagian leher atau tengkuk belakang juga perlu diwaspadai. Bagian ini sering tampak menggelap, bahkan menyerupai daki yang sulit hilang.

Menurut dr. Dicky, itu bisa menjadi tanda resistensi insulin, kondisi ketika hormon insulin tidak lagi mampu bekerja optimal mengendalikan gula darah.

“Kalau resistensi insulin itu biasanya waktu remaja mulai kelihatan. Kalau anak-anak, biasanya suka agak kelihatan di leher atau tengkuk sudah agak kehitaman di bagian belakang,” tutur dia.

Tak hanya itu, penurunan berat badan yang tidak wajar juga bisa menjadi indikator.

Anak yang awalnya tumbuh stabil tapi kemudian berat badannya terus menurun perlu segera diperiksakan.

Di Indonesia, perubahan pola makan, kurangnya aktivitas fisik, serta meningkatnya angka obesitas pada anak menjadi faktor yang mendorong naiknya kasus diabetes tipe 2 pada usia muda.

Kondisi ini dulunya lebih banyak ditemukan pada orang dewasa.

“Kalau zaman dulu sebagian besar karena genetik atau diabetes tipe 1. Cuma sekarang dengan makin banyaknya obesitas pada anak-anak, diabetes tipe 2 juga naik,” ujar dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Klaster Metabolic Disorder, Cardiovascular and Aging (MVA) IMERI-FKUI itu.

Karena itu, dr. Dicky menegaskan pentingnya orang tua untuk memantau kurva pertumbuhan anak sejak dini, serta memperhatikan perubahan fisik maupun perilaku yang mencurigakan.

Deteksi awal dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih berat di kemudian hari.

Ia juga menekankan bahwa gaya hidup sehat, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik yang cukup menjadi kunci utama mencegah diabetes pada anak sejak dini.

Muhtar Dinata

Editor : Bahana.
#DIABETES ANAK