Berbekal kepesertaan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah. Wanita 75 tahun itu kini tengah menjalani serangkaian operasi katarak untuk kedua matanya.
Keinginan Lonny untuk memiliki mata sehat sudah lama terpendam.
Namun, dorongan kuat baru muncul dua tahun lalu ketika hasil pemeriksaan puskesmas Mantrijeron menunjukkan ia harus menjalani pengobatan.
Dirinya kemudian dirujuk ke Klinik Mata Jogja untuk penanganan lanjutan pada matanya. Alhasil kini mata kataraknya sudah ditangani dan tinggal menunggu operasi lanjutan.
“Untuk penanganannya baik sekali, dipermudah dari pelayanan di puskesmas sampai tindakan operasi,” ujar Lonny saat ditemui, Jumat (31/10/2025).
Meskipun terdaftar sebagai PBI yang dibiayai pemerintah. Lonny mengaku sama sekali tidak pernah mendapatkan diskriminasi. Baik itu saat proses pendaftaran hingga tindakan operasi. Menurutnya segala tahapan dilayani secara maksimal.
Bercerita tentang proses pengobatan matanya, Lonyy mengungkap, keputusannya untuk bergerak cepat menjalani pengobatan bulat pada awal Agustus lalu. Sebab kondisi katarak pada matanya saat itu sudah sangat mengganggu.
Keluhan katarak yang dideritanya bermula dari kotoran mata yang menyerupai benang dan diikuti dengan rasa gatal.
Kondisi ini membuatnya memutuskan untuk konsultasi ke Puskesmas Mantrijeron. Lalu dirinya disarankan untuk memeriksakan diri ke klinik khusus mata.
Setelah mendapatkan rujukan dari Puskesmas, sekitar tanggal 6 September 2025 lalu dia mendapatkan pemeriksaan di Klinik Mata Jogja.
Hasilnya, menunjukkan bahwa katarak pada kedua matanya sudah tebal, dengan mata kanan yang kondisinya lebih parah.
Proses operasi katarak pertama Lonny dilaksanakan pada 22 September 2025 untuk mata kanan.
Setelah menjalani kontrol pasca-operasi selama satu minggu, di kontrol terakhir tanggal 30 Oktober 2025 dokter menyarankannya agar segera mengoperasi mata kirinya.
Bak gayung bersambut, pada hari yang sama dengan kontrol terakhir itu Lonny langsung disarankan untuk masuk dalam daftar pasien operasi katarak. Alhasil dia pun langsung menyatakan kesediaannya dan tinggal menunggu tindakan operasi.
Lonny menyatakan, meskipun sudah berusia senja dirinya tetap bersemangat untuk mewujudkan kondisi kesehatan yang optimal.
Salah satunya dengan tidak menunda memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan penglihatan yang lebih baik.
Berdasarkan pengalamannya tersebut, Lonny juga mengajak masyarakat yang menderita penyakit mata katarak untuk aktif dalam kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Sebab manfaatnya sangat luar biasa.
Dia pun pernah mendorong agar teman satu gerejanya segera aktif dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.
Lantaran sebelumnya, temannya itu sempat khawatir dengan pembiayaan ketika harus menjalani tindakan operasi katarak.
“Saya sarankan lewat BPJS Kesehatan, sebab sudah banyak masyarakat yang tertolong melalui untuk operasi katarak,” katanya.
Sebagaimana diketahui, BPJS Kesehatan melalui Program JKN memberikan penjaminan tindakan operasi katarak sesuai dengan indikasi medis.
Selalu pastikan kepesertaan JKN dalam kondisi aktif agar tidak terkendala saat mengakses layanan kesehatan.
Editor : Bahana.