Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berdiri di KRL Bisa Membakar Kalori? Yuk Simak Penjelasannya

Bahana. • Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:55 WIB

Berdiri di krl
Berdiri di krl
RADAR JOGJA - Bagi para anker alias anak kereta, berdiri di KRL saat jam sibuk sudah jadi hal yang lumrah.

Mulai dari berpegangan di tiang handle, menjaga keseimbangan di antara penumpang, sampai sedikit bergeser setiap kali pintu terbuka, semuanya terasa melelahkan.

Kabar menari di balik pegal-pegalnya, berdiri termasuk di KRL atau transportasi umum lainnya, memang bisa membantu membakar kalori lebih banyak dibanding duduk.

Tapi, seberapa banyak sih? Dan apakah benar bisa berdampak pada penurunan berat badan?

Fun Fact Berdiri vs Duduk

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berdiri dapat meningkatkan pembakaran energi tubuh.

Merujuk pada hasil studi yang dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology tahun 2018, rata-rata seseorang membakar sekitar 0,15 kilo kalori (kkal) per menit lebih banyak ketika berdiri dibanding duduk.

Jika seseorang mengganti enam jam waktu duduknya dengan berdiri, tambahan pembakaran kalori bisa mencapai sekitar 54 kkal per hari.

Angka yang memang tidak besar, tapi tetap berarti jika dilakukan rutin.

Penelitian yang sama memperkirakan, efek jangka panjangnya bisa berkontribusi pada penurunan berat badan sekitar 2–2,5 kilogram dalam setahun, dengan asumsi pola makan tetap terjaga.

Berdiri di Transum, Bisa Bakar Kalori?

Aktivitas berdiri di transportasi umum (transum) seperti KRL, TransJakarta, TransJogja, MRT, atau bus kota juga memberikan efek serupa. Ketika kendaraan bergerak, tubuh secara refleks berusaha menjaga keseimbangan agar tidak jatuh.

Gerakan mikro seperti itu termasuk ke dalam NEAT (Non-Exercise Activity Thermogenesis), yaitu energi yang dikeluarkan tubuh dari aktivitas ringan non-olahraga.

Artinya, meskipun berdiri baik di KRL maupun transum lainnya bukan olahraga, dalam keseharian penumpang yang berdiri selama 30–60 menit setiap hari, efek akumulasinya bisa terasa.

Meskipun tidak signifikan seperti olahraga, tapi cukup membantu menambah aktivitas fisik harian.

Namun, berdiri tidak serta merta bisa menggantikan olahraga fisik. Selisih kalori antara duduk dan berdiri memang ada, namun efeknya lebih kecil jika dibandingkan dengan aktivitas fisik aktif lainnya.

Penulis: Ayu Andayani Saputri
Sumber: berbagai sumber

Editor : Bahana.
#KRL