Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral Isu Seblak dan Ceker Mercon Picu PCOS, Benarkah Secara Medis?

Bahana. • Kamis, 25 September 2025 | 15:05 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA- Isu bahwa konsumsi seblak dan ceker mercon bisa memicu PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Banyak netizen mempercayai bahwa makanan pedas ekstrem dan ayam bagian kaki yang berlemak bisa jadi “biang penyakit” hormon wanita. Namun, apakah klaim tersebut benar secara medis?

Menurut sumber medis terkemuka, penyebab PCOS hingga kini belum diketahui secara pasti. Faktor genetik serta lingkungan termasuk pola makan dan gaya hidup diduga ikut berperan.

PCOS biasanya berkaitan dengan resistensi insulin, peningkatan kadar androgen (hormon pria), dan peradangan ringan kronis.

Sebuah studi lingkungan dan faktor makanan menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas secara rutin dapat menjadi prediktor keparahan gejala PCOS.

Namun, penting dicatat bahwa studi ini tidak menyatakan bahwa makanan pedas secara langsung menyebabkan PCOS.

Artinya, walaupun ada hubungan korelasi antara makanan pedas dan gejala PCOS, belum ada bukti sebab‐akibat yang kuat.

Studi lain dalam kajian “The dietary phytochemical index and its relation to PCOS” menekankan bahwa konsumsi diet yang kaya fitokimia (zat tanaman bermanfaat) dapat berhubungan dengan risiko PCOS. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas makanan secara keseluruhan—bukan satu jenis makanan pedas saja—lebih relevan dalam memengaruhi kondisi hormonal.

Lebih jauh, pedas atau tidaknya makanan hanyalah satu elemen kecil dari keseluruhan pola makan.

Faktor seperti konsumsi gula tinggi, karbohidrat olahan, lemak jenuh, berat badan berlebih, dan gaya hidup sedentari (kurang aktivitas) sering digadang‐gadangkan sebagai pemicu atau memperparah kondisi PCOS.

Ahli medis umumnya menyarankan bahwa pola makan seimbang termasuk asupan serat tinggi, sayur, buah, sumber protein sehat, dan pengendalian asupan lemak serta gula lebih efektif dalam mengelola risiko hormon dan metabolisme daripada fokus menghindari satu jenis makanan pedas.

Selain itu, karena PCOS berkaitan erat dengan resistensi insulin dan peradangan ringan, perubahan gaya hidup seperti olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, dan kontrol stres justru memiliki peran besar dalam pencegahan dan pengelolaan kondisi ini.

Sebagai contoh intervensi alami, beberapa penelitian menyebutkan bahan seperti curcumin (kandungan dalam kunyit) dan kayu manis sebagai suplemen yang bisa membantu mengatur profil glikemik dan resistensi insulin, meskipun efek jangka panjangnya pada PCOS masih perlu studi lebih lanjut.

Kesimpulannya, klaim bahwa seblak dan ceker mercon secara langsung menyebabkan PCOS belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Makanan pedas atau ekstrem bisa jadi faktor pemicu gejala pada seseorang yang sudah rentan, tapi bukan penyebab tunggal.

Dalam menghadapi isu semacam ini, sangat disarankan bagi masyarakat untuk tetap bersikap kritis terhadap informasi kesehatan yang viral, dan apabila merasa curiga mengalami gejala hormonal atau gangguan siklus haid, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau spesialis kandungan untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Penulis: Adella Haviza

Editor : Bahana.
#medis #PCOS #ceker mercon