RADAR JOGJA - Heatstroke adalah bentuk paling parah dari penyakit terkait panas (hyperthermia).
Kondisi ini terjadi ketika tubuh terlalu panas dan tidak mampu mendinginkan diri.
Heatstroke dapat berkembang saat seseorang berada di ruang panas tanpa pendingin udara, atau ketika melakukan aktivitas fisik berat yang menghasilkan panas tubuh berlebih.
Suhu tubuh penderita heatstroke bisa meningkat drastis hingga di atas 40°C (104°F).
Kondisi ini berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan organ hingga kematian bila tidak segera ditangani.
Heatstroke juga bisa muncul dari heat exhaustion (kelelahan akibat panas) yang tidak ditangani, meski kadang muncul tiba-tiba tanpa gejala awal.
Perbedaan utama antara heat exhaustion dan heatstroke terletak pada gangguan fungsi otak (ensefalopati).
Penderita dapat mengalami kebingungan, perubahan perilaku, agresif, hingga pingsan.
Tanda dan Gejala Heatstroke
Beberapa tanda dan gejala heatstroke yang perlu diwaspadai:
• Suhu tubuh tinggi, di atas 40°C.
• Perubahan perilaku: gelisah, agresif, atau linglung.
• Pandangan kabur.
• Delirium atau kebingungan.
• Pusing atau pingsan.
• Detak jantung cepat (takikardia).
• Pernapasan cepat dan dangkal (takipnea).
• Tekanan darah rendah (hipotensi).
• Mual dan muntah.
• Kejang.
• Bicara pelo.
• Warna kulit berubah: memerah atau justru pucat.
• Kulit bisa terasa kering (heatstroke klasik) atau berkeringat (heatstroke akibat aktivitas fisik).
• Tubuh lemas.
Jika menemukan gejala-gejala ini, segera cari pertolongan medis karena heatstroke adalah kondisi gawat darurat.
Tips Mencegah Heatstroke
Heatstroke sebenarnya bisa diprediksi dan dicegah. Beberapa langkah pencegahan:
• Gunakan pakaian longgar, berwarna terang, dan berbahan ringan.
• Kenakan topi bertepi lebar saat berada di luar ruangan.
• Oleskan tabir surya SPF ≥30 di kulit yang terpapar.
• Minum air putih cukup dan teratur.
• Hindari aktivitas fisik berat saat suhu sangat tinggi.
• Luangkan waktu istirahat di tempat teduh bila bekerja di luar ruangan.
Kondisi ini perlu ditangani dengan segera karena dapat menyebabkan komplikasi.
Jika Anda atau orang di sekitar menunjukkan gejala-gejala di atas, segera hubungi tenaga medis atau layanan darurat terdekat agar mendapatkan penanganan cepat dan tepat, sehingga risiko komplikasi berbahaya dapat dicegah. (Nugrahaningtyas)