BANTUL - Kesalahpahaman terkait mekanisme pembiayaan pasien kecelakaan masih sering terjadi. Untuk mengatasi hal itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul menggelar forum konsultasi publik dengan tema pembiayaan pelayanan kesehatan rujukan.
Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul Atthobari menegaskan, forum ini digelar karena masalah pembiayaan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kelancaran maupun kualitas layanan kepada pasien. Khusus untuk pasien rujukan kecelakaan, terdapat beberapa penjamin. Mulai dari Jasa Raharja hingga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Mekanisme yang harus ditempuh juga berbeda.
"Salah satunya adalah nanti jika terjadi kecelakaan harus lapor kepolisian dan masuk kategori yang dijamin Jasa Raharja atau BPJS kesehatan," katanya Selasa (23/9).
Atthobari menegaskan, pelayanan darurat tetap diutamakan tanpa menanyakan jaminan terlebih dahulu. “Kalau darurat kan masuk IGD. Yang penting pasien tertolong dulu, baru nanti diurus jaminannya apa,” jelasnya.
Selain itu, RSUD Panembahan Senopati Bantul juga memberikan kemudahan layanan rujukan rawat jalan. Pendaftaran bisa dilakukan melalui jalur online, WhatsApp, telepon, hingga aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (MJKN).
“Ini semakin memudahkan masyarakat. Bahkan rujukan bisa didaftarkan satu bulan sebelumnya,” tambah Atthobari.
Dia berharap, forum ini dapat menyamakan persepsi antarinstansi. Sekaligus meminimalisasi permasalahan yang sering muncul akibat kesalahpahaman di lapangan. Dengan begitu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih lancar serta mutu dan kualitasnya meningkat.
Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan Setda Bantul Yulius Suharta mengapresiasi langkah RSUD Panembahan Senopati. Menurutnya, keberlangsungan pelayanan kesehatan membutuhkan koordinasi lintas sektor.
“Saya yakin forum konsultasi publik ini berangkat dari data dan kepuasan masyarakat. Catatan serta masukan dari masyarakat tentu harus ditindaklanjuti,” ujarnya.
Yulius menekankan pentingnya kehati-hatian institusi pelayanan publik, termasuk RSUD Panembahan Senopati Bantul, dalam bersikap maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik.
“Bupati juga sudah wanti-wanti agar OPD yang memberikan pelayanan kepada masyarakat berhati-hati baik dalam memberikan statemen maupun sikap pelayanan,” katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita