Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rabu Pon, Cara TP PKK Kota Magelang Menanam Harapan Penanganan Stunting di Pekarangan

Naila Nihayah • Sabtu, 20 September 2025 | 10:30 WIB
Pemkot mulai masif mengentaskan stunting, satu di antaranya dengan gerakan Ibu Menanam Pohon.
Pemkot mulai masif mengentaskan stunting, satu di antaranya dengan gerakan Ibu Menanam Pohon.

 

 

 

MAGELANG – Pemkot Magelang tak sekadar menginisiasi Gerakan Ibu Menanam Pohon (Rabu Pon). Tapi juga dipadukan dengan aksi nyata penanganan stunting. Melalui pemberian bantuan bahan pangan bergizi untuk balita. Lahan pekarangan yang kerap dibiarkan kosong, kini didorong menjadi sumber gizi keluarga.

Ketua TP PKK Kota Magelang Nanik Yunianti Damar mengatakan, gerakan ini tidak sekadar simbolis. Dengan melibatkan 58 peserta dan menyalurkan bantuan pangan kepada 90 balita stunting, pemkot berupaya menghubungkan dua isu krusial, yakni ketahanan pangan keluarga dan perbaikan status gizi anak.

"Pekarangan rumah yang semula kosong bisa menjadi sumber pangan, sumber gizi, bahkan tambahan penghasilan," ujarnya di Gedung Wanita Kota Magelang, Kamis (18/9).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Agus Dwi Windarto menegaskan, program ini bukan hanya edukasi, melainkan intervensi langsung. Bantuan berupa sayuran, ayam, susu UHT, telur, buah, dan ikan disiapkan untuk mendorong percepatan perbaikan gizi balita stunting.

Gerakan Rabu Pon turut diperkuat dengan dukungan Kementerian Pertanian. Melalui Dirjen Hortikultura, pemerintah pusat menyalurkan Program Pekarangan Pangan Bergizi senilai Rp 17 juta per kelompok kepada 20 kelompok swadaya masyarakat dan kelompok wanita tani. Bantuan itu berupa bibit sayur dan buah, sarana pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta pupuk.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, gerakan ini sebagai momentum membangun kesadaran kolektif. Menurutnya, isu pangan dan gizi tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah.

"Menanam pohon dan mencegah stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama," paparnya.

Dengan kombinasi edukasi, aksi menanam, dan intervensi pangan, dia berharap, gerakan ini dapat menumbuhkan generasi muda yang sehat. Sekaligus membentuk budaya baru, yakni menjadikan rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sumber kehidupan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pekarangan rumah #PKK #Pemkot Magelang #Stunting #Disperpa #pangan #rabu pon