RADAR JOGJA - Rokok selama ini dikenal berbahaya bagi kesehatan paru-paru dan jantung.
Namun, dampaknya tidak berhenti di situ.
Kebiasaan merokok, baik secara aktif maupun pasif, dapat menurunkan kualitas sperma hingga berpengaruh pada kesuburan pria.
Dalam sebuah tayangan yang dikutip dari akun YouTube Tirta PengPengPeng, Sabtu, (11/1/2025), dokter Tirta menjelaskan bahwa asap rokok tidak hanya mengandung nikotin, melainkan berbagai zat lain yang bersifat karsinogenik akibat proses pembakaran.
Zat berbahaya tersebut dapat memperburuk kualitas sperma dan juga kualitas ovarium.
“Jadi, bukan berarti merokok langsung bikin mandul. Tapi kalau seseorang terlalu sering terpapar, baik sebagai perokok aktif maupun pasif, sel spermanya tidak begitu bagus kualitasnya,” terang dokter Tirta.
Lebih lanjut ia menyebut, kualitas sperma dinilai dari beberapa faktor seperti kemampuan hidup, bergerak, serta motilitas atau daya gerak.
Jika seseorang terlalu sering terpapar asap rokok, kualitas sperma dapat menurun mulai dari daya hidup, kemampuan bergerak, hingga motilitasnya.
Kondisi ini pada akhirnya berpengaruh terhadap peluang terjadinya kehamilan secara alami.
Dokter Tirta juga menambahkan, penurunan kualitas sperma tidak hanya disebabkan oleh rokok, tetapi bisa pula terjadi akibat paparan polusi udara yang tinggi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menegaskan bahwa rokok merupakan salah satu penyebab infertilitas pada pria dan wanita.
Karena itu, berhenti merokok sangat dianjurkan, terutama bagi pasangan yang tengah merencanakan program hamil.
Mari untuk lebih peduli terhadap dampak jangka panjang rokok.
Karena Mengurangi atau berhenti merokok tidak hanya menyelamatkan paru-paru, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan peluang memiliki keturunan yang sehat. (Silvia Oktaviani)
Editor : Meitika Candra Lantiva