Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seringkali Keliru, Yoga dan Pilates Dianggap Sama, Ini Perbedaannya!

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 11 September 2025 | 15:15 WIB
Olahraga Yoga.
Olahraga Yoga.


RADAR JOGJA - Yoga dan Pilates sering kali dianggap sama. Padahal keduanya berbeda.

Keduanya adalah olahraga low impact yang cocok untuk orang dengan kondisi tertentu, seperti scoliosis dan lansia maupun yang sedang menjalai recovery cedera contohnya.

Hal yang ditekankan adalah control pernapasan dan meningkatkan fleksibilitas, strength serta kontrol.

Persamaan tersebut tentunya membingungkan para awam.

Menilik sejarahnya, ternyata yoga Yoga telah ada sejak lebih dari 5.000 tahun silam di India sebagai sebuah praktik spiritual kuno.

Dalam perkembangannya, yoga kemudian dipraktikkan sebagai bentuk olahraga dengan memadukan gerakan tubuh atau pose spiritual (asanas) serta teknik pernapasan (pranayama).

Sementara itu, Pilates diciptakan oleh Joseph Pilates pada awal 1900-an, tepatnya saat Perang Dunia I, dengan tujuan meningkatkan kebugaran fisik para tentara kala itu.

Kedua metode ini menekankan pentingnya mengatur napas dalam setiap gerakan, namun teknik yang digunakan berbeda.


Teknik pernapasan


Dalam Yoga, pernapasan berpusat pada area perut, di mana perut mengembang saat menarik napas.

Proses inhale dan exhale dilakukan melalui hidung, memberikan efek menenangkan serta merangsang saraf parasimpatetik yang mendukung relaksasi tubuh.


Sementara itu, Pilates menggunakan prinsip 3-dimensional breathing, yaitu mengarahkan pernapasan ke tiga sisi tulang rusuk depan, samping, dan belakang.

Teknik ini membantu menjaga keseimbangan otot inti saat bergerak.

Pada Pilates, napas ditarik melalui hidung dan dihembuskan lewat mulut, menghasilkan stabilitas core yang lebih optimal.

Selain itu, pola pernapasan Pilates turut merangsang sistem limfatik, yang berperan dalam detoksifikasi tubuh serta meningkatkan mobilisasi sendi.

Dengan demikian, meskipun sama-sama menekankan pernapasan, Yoga lebih menonjolkan aspek relaksasi dan ketenangan, sedangkan Pilates berfokus pada stabilitas core dan kesehatan fisik fungsional.


Peralatan

Peralatan paling dasar yang digunakan dalam latihan Yoga maupun Pilates adalah matras.

Hampir semua gerakan Yoga dilakukan di atas matras, dengan tambahan alat sederhana seperti yoga block, strap, bolster, atau beberapa properti kecil lainnya untuk membantu pose tertentu.

Perbedaan cukup mencolok terlihat pada Pilates.

Selain matras, Pilates kerap menggunakan alat-alat besar seperti reformer, cadillac, dan chair untuk menunjang variasi gerakan serta efektivitas latihan.

Tak hanya itu, Pilates juga memiliki beragam properti tambahan seperti toning ball, stability ball, fitness circle, hoop, hingga stability barre, yang memungkinkan latihan terus bervariasi sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing individu.


Gerakan


Dalam Pilates, prinsip gerakannya menekankan stabilisasi otot inti (core) terlebih dahulu sebelum bagian tubuh lain, seperti tangan atau kaki, mulai digerakkan.

Artinya, kontrol dan kekuatan core menjadi dasar untuk setiap transisi maupun gerakan yang dilakukan.

Sedangkan dalam Yoga, prosesnya sedikit berbeda.

Fokus utama ada pada pencapaian suatu pose atau posisi tubuh tertentu.

Setelah posisi tersebut tercapai, gerakan biasanya dipertahankan selama beberapa saat, disertai dengan pengaturan napas dan konsentrasi, sebelum berpindah ke pose berikutnya.

Dengan demikian, Pilates lebih menitikberatkan pada kontrol core dan stabilitas saat bergerak, sementara Yoga lebih menekankan pada ketahanan, keseimbangan, serta kesadaran tubuh dan pikiran dalam mempertahankan pose. (Nugrahaingtyas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pilates #perbedaan #yoga #Kesehatan #teknik pernapasan #Olahraga