RADAR JOGJA - Raya seorang balita (4) yang meninggal dunia pada 22 Juli 2025 di RSUD R Syamsudin Sukabumi, Jawa Barat dalam kondisi mengenaskan karena di tubuhnya dipenuhi oleh cacing gelang yang sudah menyebar mulai paru paru hingga otaknya.
Melansir dari website Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 25 Agustus 2025 menyatakan bahwa kasus meninggalnya Raya bukan disebabkan oleh cacing gelang yang ada di tubuhnya melainkan karena sepsis akibat kondisi medis yang kompleks seperti malnutrisi berat, dan stunting serta penyebab dasar meningitis TB stadium 3.
Ketua Kolegium parasitologi klinik Prof. dr. Agnes Kurniawan, Sp.Par.K., mengatakan bahwa penyebab meninggalnya bukan lah cacing.
“Penyebab kematian bukan cacing. Pasien sudah masuk rumah sakit dalam kondisi kesadaran menurun,” ungkapnya dalam website tersebut.
“Hasil pemeriksaan foto abdomen tidak menunjukkan adanya obstruksi atau sumbatan pada usus yang dapat menyebabkan peritonitis (radang selaput usus),” tambahnya
Selain itu menurut dokter spesialis anak Prof. dr. Anggraini, Sp.A(K), mengatakan bahwa cacing gelang dewasa berukuran besar sehingga tidak dapat masuk ke otak paru dan jantung.
“Larva cacing gelang memang memiliki siklus hidup melalui pembuluh darah dan saluran napas yang kadang menyebabkan gangguan nafas, namun tidak menyebabkan kematian,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan bahwa hasil pemeriksaan menemukan bahwa Raya mengalami infeksi di susunan saraf pusat dan sepsis.
Sepsis adalah dimana respons sistem kekebalan tubuh yang tidak normal dan berlebihan terhadap suatu infeksi, yang menyebabkan peradangan sistem dan berpotensi merusak jaringan serta organ vital tubuh.
Dokter yang menangani Raya mengatakan jika ketika pertama kali datang ke IGD pasien datang dengan keadaan sudah tidak sadar dan mengalami demam tinggi.
“Riwayat medis menunjukkan pasien telah menjalani pengobatan yang tidak jelas ke mana lebih dari sepuluh kali dalam tiga bulan terakhir oleh karena demam dan batuk,” tambahnya.
Dokter telah memberikan penanganan secara menyeluruh pada Raya mulai terapi anti-Tb, pemberian antibiotik, koreksi elektrolit, pemberian obat untuk mempertahankan tekanan darah dan denyut jantung, serta pemberian obat cacing albendazole.
Pihak dokter Sianne memberikan klarifikasi bahwa terkait dengan cacing yang keluar dari tubuh tersebut sebanyak 1kg tidaklah benar.
Pasalnya cacing itu keluar secara bertahap selama beberapa hari dan tidak dilakukan penimbangan.
Dari kematian Raya dapat memberi pelajaran bagi orang tua tentang pentingnya gizi, imunisasi, serta perawatan anak secara menyeluruh agar penyakit serius seperti sepsis dapat dihindari dan dicegah sejak dini. (Safira Ratih N)