Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Awas, Campak Mengintai! Kenali Gejala, Bahaya, dan Pentingnya Imunisasi

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 26 Agustus 2025 | 20:42 WIB
Campak.
Campak.

RADAR JOGJA – Wabah campak yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, seperti yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan.

Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, campak sebenarnya sangat berbahaya dan dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian.

Penting bagi kita semua untuk memahami apa itu campak, gejala-gejalanya, dan yang paling utama, cara pencegahannya.

Apa Itu Campak?


Campak atau dalam istilah medis disebut Morbilli, adalah penyakit infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus campak.

Virus ini sangat mudah menular dan dapat menyebar melalui percikan air liur saat penderitanya batuk, bersin, atau berbicara.

Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terkena campak juga berisiko tinggi terinfeksi.

Gejala-gejala Campak yang Wajib Diwaspadai


Gejala campak biasanya muncul dalam 10-12 hari setelah terpapar virus. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu dikenali:

* Demam Tinggi: Gejala awal yang paling sering muncul adalah demam tinggi yang bisa mencapai 40°C.


* Ruam Kemerahan: Ciri khas campak adalah munculnya ruam kulit berwarna merah yang diawali dari belakang telinga, lalu menyebar ke seluruh wajah, leher, badan, hingga ke tangan dan kaki.

Ruam ini biasanya muncul 3-5 hari setelah demam.


* Mata Merah dan Berair: Penderita sering mengalami mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia).


* Pilek dan Batuk: Gejala pernapasan seperti pilek, hidung tersumbat, dan batuk kering juga umum terjadi.


* Bintik Putih di Mulut (Koplik Spot): Sebelum ruam muncul, bintik-bintik kecil berwarna putih keabu-abuan dengan dasar merah bisa terlihat di dalam mulut, tepatnya di bagian pipi.

Pencegahan adalah Kunci Utama!

Satu-satunya cara paling efektif untuk mencegah campak adalah dengan imunisasi.

Vaksin campak biasanya diberikan dalam bentuk vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles-Mumps-Rubella).

Program imunisasi di Indonesia memiliki jadwal yang ketat untuk memastikan anak-anak terlindungi:


* Imunisasi Dosis Pertama: Diberikan saat anak berusia 9 bulan.
* Imunisasi Dosis Kedua: Diberikan saat anak berusia 18 bulan.
* Imunisasi Dosis Ketiga: Diberikan saat anak kelas 1 SD atau sederajat (program Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

Selain imunisasi, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan:


* Jaga Kebersihan: Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.


* Hindari Kontak: Jauhi kontak langsung dengan penderita campak. Jika ada anggota keluarga yang sakit, segera pisahkan dan isolasi.


* Terapkan Etika Batuk: Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam untuk mencegah penyebaran virus.

Dengan memahami gejala dan melakukan pencegahan yang tepat, kita bisa melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat dari bahaya campak.

(Chintya Maharani)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#medis #gejala #risiko penularan #campak #pentingnya imunisasi #sorotan #penyebaran virus #sumenep #bahaya #komplikasi