Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Perlu ke Dokter, Apoteker Dilatih Bisa Lakukan Swamitigasi untuk Keluhan Nyeri

Heru Pratomo • Senin, 11 Agustus 2025 | 00:30 WIB
Ikatan Apoteker Indonesia
Ikatan Apoteker Indonesia

SLEMAN - Nyeri jadi keluhan paling banyak dirasakan. Tapi tak semua keluhan harus diperiksakan ke dokter. Apoteker pun bisa langsung melakukan swamitigasi. Memberikan obat langsung sesuai kondisi klinis pasien.

Hal itu menjadi perbincangan dalam workshop PAIN ACADEMY dengan tema “From Knowledge to Community Empowerment” di Yogyakarta, Minggu (10/8). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HUT IAI ke-70 dan World Pharmacist Day (WPD), Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PD IAI DIY) berkolaborasi dengan PT Haleon.

"Apoteker punya peran penting untuk memastikan penanganan nyeri dilakukan dengan benar, aman, dan bermanfaat bagi kualitas hidup pasien," kata Ketua PD IAI DIY, apt. Hendy Ristiono, MPH.

 

Keluhan nyeri, kata dia, menjadi kasus dengan prevalensi tinggi. Dibuktikan dengan obat terkait nyeri yang paling banyak dicari. Beberapa keluhan terkait nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi atau nyeri akibat jatuh sehingga timbul pembengkakan. 

 

Menurut dia hampir semua penyakit gejalanya nyeri. Keluhan nyeri yang muncul karena penyakit utamanya. Dia mencontohkan, seperti sakit gigi karena peradangan gusi. Selama

bengkak masih terjadi nyeri akan selalu muncul. Tapi apoteker juga harus memperhatikan kondisi pasien. "Apakah ada kondisi asma, lambung atau penyakit lain disesuaikan dengan obat yang diberikan," tuturnya.

Hendy menyebut, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi apoteker dalam penatalaksanaan nyeri yang tepat dan aman, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui edukasi kesehatan.

Sebanyak 100 apoteker berpartisipasi dalam seminar ini, dan 50 apoteker terpilih akan melanjutkan program pemberdayaan dengan memberikan edukasi langsung kepada sekitar 1.000–1.500 warga di lingkungan apotek masing-masing. Di DIY sendiri kini total ada sekitar 900 apotek yang beroperasi.

"Kami ingin membekali apoteker dengan pengetahuan ilmiah dan keterampilan komunikasi sehingga mampu memberikan edukasi yang benar dan mencegah penggunaan obat nyeri yang tidak tepat," jelasnya.

Dalam seminar ini, hadir narasumber Prof. Dr. apt. Vitarani Dwi Anandaningrum, M.Sc yang membawakan materi penatalaksanaan nyeri farmakologis dan non-farmakologis, perwakilan PT Haleon yang memaparkan penggunaan Panadol secara tepat dan bertanggung jawab, serta apt. Sukir Satrija Djati, M.P.H yang membahas strategi promosi kesehatan dan komunikasi efektif.

 

Sebagai tindak lanjut, apoteker terpilih akan melaksanakan edukasi publik di wilayah kerja masing-masing pada minggu ketiga dan keempat Agustus 2025, dengan metode pre-test dan post-test untuk mengukur dampak edukasi. Evaluasi program juga mencakup peningkatan pengetahuan masyarakat serta analisis data penjualan Panadol sebelum dan sesudah kegiatan.

 

 

Editor : Heru Pratomo
#ikatan apoteker indonesia #sakit gigi #apotek #Apoteker #sakit kepala #keluhan #Panadol #IAI #nyeri