KEBUMEN - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kebumen Nurjanah menegaskan pentingnya kepala keluarga ikut terlibat aktif dalam pola asuh anak. Hal ini dinilai penting karena kehadiran seorang ayah menentukan bagi tumbuh kembang anak.
Ia mengingatkan, periode emas seorang anak ditentukan pada seribu hari pertama bayi. Fase ini menjadi titik krusial karena tubuh dan otak sedang dalam masa pertumbuhan hingga matang. Sehingga perlu dukungan dari sosok bapak untuk menentukan kualitas karakter serta tumbuh kembang anak.
"Pola asuh dari orang tua, termasuk ayah ini sangat penting. Bagaimana mengambil peran lebih," tegas Nurjanah kepada Radar Jogja, Selasa (5/8).
Ia tak memungkiri masih ditemukan seorang bapak abai terhadap pola asuh anak. Bahkan, parahnya lagi ketika orang tua justru lebih memperhatikan kebutuhan pribadi, ketimbang kebutuhan anak. "Mohon maaf, mungkin ada ayah lebih penting beli rokok dibanding buat beli telur atau susu. Kalau bisa ya jangan," bebernya.
Ia menegaskan, pentingnya orang tua memberikan asupan makanan dengan kadar gizi seimbang. Upaya ini sesuai dengan cita-cita program B2SA, yakni orang tua perlu memperhatikan pola makanan yang beragam, bergizi, sehat dan aman. "Ketika bayi sehat, rumah tangga itu akan baik. Potensi kekurangan gizi juga kecil," ungkapnya.
Nurjanah menyatakan, selain pola asuh anak, TP PKK Kebumen akan menaruh perhatian lebih terhadap penanganan stunting. Menurutnya persoalan gizi kronis tidak bisa dianggap enteng, karena kurangnya asupan gizi akan menghambat tumbuh kembang anak serta rentan terhadap risiko penyakit.
"Bicara stunting ini kompleks. Perlu diperhatikan kondisi pranikah, saat kehamilan sampai pascamelahirkan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kebumen Iwan Danardono mengatakan, stunting tidak serta merta akibat kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi faktor orang tua tidak memperdulikan pola asuh.
Pemerintah daerah telah menggulirkan dua program strategis untuk pengentasan stunting. Yaitu, gerakan orang tua asuh dan pencanangan tempat pengasuhan anak. "Edukasi berkelanjutan kami lakukan supaya masyarakat paham terkait stunting," katanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo