MAGELANG – Nominal Rp 15 ribu per hari mungkin kecil bagi sebagian orang. Tapi manfaatnya sangat besar bagi anak-anak stunting. Karena itu Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut sebagai investasi.
"Ini bukan sekadar sumbangan, tapi investasi kemanusiaan jangka panjang," ungkapnya saat peluncuran gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting) di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Selasa (5/8).
Damar mengatakan, saat ini masih ada 537 balita atau 12,4 persen di Kota Magelang yang berisiko mengalami stunting. Selain itu, 431 balita mengalami underweight, dan 181 balita masuk kategori wasting atau kekurangan gizi akut.
Untuk itu, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut bergabung dalam Genting, baik secara pribadi maupun kolektif. Dukungan ini dinilai penting untuk menciptakan lompatan signifikan dalam menurunkan angka stunting dan menciptakan masa depan generasi yang lebih sehat.
Program Genting dirancang untuk menyediakan makanan tambahan kaya protein hewani bagi bayi di bawah dua tahun (baduta) dan ibu hamil dari keluarga rentan yang berisiko mengalami stunting. Supaya angka stunting di Kota Magelang dapat ditekan seminimal mungkin.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang Wawan Setiadi menjelaskan, genting bertujuan untuk menggalang solidaritas publik dari berbagai sektor. Mulai dari BUMN, BUMD, swasta, perguruan tinggi, komunitas, hingga individu masyarakat.
Program ini menyasar 178 baduta yang telah teridentifikasi memiliki masalah status gizi. "Program ini diharapkan mampu memperbaiki status gizi mereka dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting" ujarnya.
Dia menyebut, masing-masing anak akan mendapat bantuan sebesar Rp 15 ribu per hari. Bantuan itu akan dikonversi menjadi paket makanan bergizi dan akan didistribusikan secara rutin oleh tim pendamping kepada penerima manfaat.
Saat ini, lanjut dia, sudah terdapat 50 data calon orang tua asuh yang masuk ke DPMP4KB. Semua elemen masyarakat, termasuk Baznas, Bank Jateng, BUMD, dan organisasi perangkat daerah (OPD) telah menyatakan komitmennya untuk mendukung gerakan ini. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo