JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menyebut belum ada penambahan kasus leptospirosis. Karena itu, dinkes mengklaim kondisi itu menunjukkan penyakit yang disebarkan lewat kencing tikus tersebut sudah terkendali.
”Leptospirosis aman. Belum ada penambahan kasus dan jangan sampai ada lagi yang meninggal dunia,” jelas Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah melalui sambungan telepon, Senin (4/8).
Kendati begitu, Lana menegaskan, status kewaspadaan terhadap penyakit tersebut masih berlaku.
Hingga sekarang, ada 21 kasus tanpa ada pasien yang dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Sementara, pasien meninggal dunia tercatat tujuh kasus. Kasus terakhir ditemukan pada Juli.
Dia menyebut bahwa pada awal bulan Juli Pemkot Jogja mengeluarkan surat edaran (SE) perihal kewaspadaan leptospirosis. Dalam SE tersebut masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Dalam SE itu juga ditekankan tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) ketika beraktivitas di tempat-tempat rawan.
Kemudian juga wajib menjaga kebersihan tempat tinggal agar tidak menjadi tempat bersarang tikus.
Kemudian dari sisi kebijakan, kata Lana, pemkot sudah menyiagakan fasyankes seperti puskesmas dan rumah sakit. Sehingga ketika ada masyarakat yang mengalami gejala leptospirosis bisa langsung ditangani.
“Jadi, harapannya, ya, supaya tidak terjadi penambahan kasus lagi,” katanya.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pemkot tidak menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terhadap kasus leptospirosis.
Namun untuk prosedur tetap (protap) penanganan penyakit sudah ditetapkan. Misalnya lewat penyediaan obat-obatan dan kesiapsiagaan rumah sakit.
Selain lewat kebijakan itu, Hasto mengaku juga terus menggenjot perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang sampai saat ini masih tersisa 1.549 titik.
Sebab dengan tempat tinggal yang bersih akan mengurangi risiko penyebaran penyakit.
"Kalau rumahnya kumuh dan kotor, tikus akan betah tinggal dan berisiko membawa penyakit leptospirosis,” bebernya. (inu/zam)
Editor : Herpri Kartun