JOGJA - Dinas Sosial (Dinsos) DIY bekeja sama dengan Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) Cabang Bantul melakukan skrining Tuberkulosis (TB) pada 160 pekerja sosial Kamis (10/7). Pemeriksaan Mobile X-Ray Thorax ini nantinya akan menarget 400 pekerja sosial untuk mengantisipasi penyebaran virus TB.
Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih mengatakan, para pekerja sosial Dinsos DIY bertugas secara langsung menangani masyarakat dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Sehingga pekerja sosial merupakan salah satu pekerjaan yang rentan tertular TB.
"Banyak sekali tenaga yang menangani masyarakat dengan beragam masalah, jadi perlu diskrining untuk mengantisipasi," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (11/7).
Sampai saat ini, foto thorax dari 160 pekerja sosial itu belum keluar. “Nanti hasil itu akan disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY," sambungnya.
Sedangkan 240 pekerja sosial yang tersebar di enam balai dan camp assesment di kabupaten/kota DIY, akan bertahap mendapatkan layanan serupa. Sebelumnya, mereka hanya mendapatkan fasilitas skrining kesehatan umum seperti kolesterol, hipertensi, dan gula darah.
"Data TBC di DIY kan informasinya meningkat, jadi ini sebagai langkah antisipasi," ungkanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menyebut, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan eliminasi TBC di DIY. Target eliminasi TB tidak sekadar penemuan jumlah kasus. Tapi juga penanganan sampai sembuh. "Sejakan dengan target nasional eliminasi pada 2030," ujarnya.
Menurutnya, apabila dalam skrining ditemukan kasus positif TB, akan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan. Mereka akan ditangani hingga pengobatan tuntas. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita