Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angka Stunting Capai 15,4 Persen, Pemkot Magelang Gencarkan Kampanye Aksi Bergizi

Naila Nihayah • Kamis, 12 Juni 2025 | 15:40 WIB

Pemkot Magelang menyasar siswa SMK dalam kampanye Aksi Bergizi, Rabu (11/6).
Pemkot Magelang menyasar siswa SMK dalam kampanye Aksi Bergizi, Rabu (11/6).




MAGELANG — Stunting di Kota Magelang masih berada di angka yang mengkhawatirkan, yakni 15,4 persen. Untuk menekan angka tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang kembali menggelar kampanye Aksi Bergizi di SMKN 2 Kota Magelang, Rabu (11/6).

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, angka 15,4 persen bukan sekadar statistik. Melainkan cerminan dari tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama di Kota Magelang.

Baca Juga: 9 Partai Politik Mendapatkan Bantuan Keuangan dari Pemkab Bantul, PDIP Penerima Tertinggi dengan Rp 561.401.200

Menurut dia, stunting merupakan alarm yang menunjukkan bahwa masih ada persoalan mendasar dalam kualitas hidup anak-anak kita. "Ketika seorang anak mengalami stunting, maka potensi fisik, mental, dan masa depan anak tersebut ikut terhambat," paparnya.

Ketika tidak ditangani dengan baik, kata dia, potensi anak-anak, baik secara fisik, kognitif, maupun produktivitas masa depan, akan terhambat. Untuk itu, pemkot terus memperkuat langkah preventif melalui berbagai pendekatan.

Baca Juga: Nilai Transaksi Kabupaten Sleman di Toko Daring LKPP Capai Rp 205 Miliar dengan Melibatkan 2.000 Penyedia

Satu di antaranya dengan mengedukasi kelompok remaja lewat kampanye Aksi Bergizi. Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara kolaboratif. Semua elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, fasilitas kesehatan, harus bergerak bersama.

Termasuk peran aktif remaja juga dibutuhkan karena mereka mempunyai peran strategis dalam pencegahan stunting. Sehingga remaja perlu dibekali pemahaman kesehatan sejak dini. "Usia SMA ini usia krusial. Karena pemahaman stunting seyogyanya harus diedukasikan kepada mereka," katanya.

Baca Juga: Hidupkan Kembali Ikon Taman Bunga di Taman Kyai Langgeng, Pemkot Magelang Ubah Lokasi Loket Tiket Masuk

Kampanye ini juga bersinergi dengan program Gerakan Sekolah Sehat, yang diharapkan menjadi budaya di lingkungan pendidikan. Ketika mereka sudah paham pentingnya gizi, kesehatan reproduksi, dan bahaya pernikahan dini atau seks bebas, maka risiko stunting di masa depan bisa ditekan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Istikomah menyampaikan, kegiatan Aksi Bergizi telah dilakukan secara bergilir di berbagai jenjang pendidikan. Tahun ini, fokus diarahkan pada kelompok remaja SMK, yang dinilai berada di usia transisi menuju masa produktif.

Baca Juga: Atasi Banjir Rob Sayung Demak, Pemprov Jateng Perbanyak Pompa

Dia ingin memastikan intervensi gizi tidak hanya menyasar anak kecil, tetapi juga remaja. "Pada kegiatan ini, siswa mendapat penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian tablet tambah darah," jelasnya.

Dengan melibatkan sekolah, keluarga, hingga fasilitas kesehatan, dia berharap, prevalensi stunting dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#smkn 2 #Stunting #Aksi Bergizi #Kota Magelang