Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tercatat Hingga April Hipertensi di Bantul Mencapai 40.710 Kasus

Cintia Yuliani • Kamis, 5 Juni 2025 | 01:05 WIB
Ilustrasi seseorang diukur tekanan darah, untuk mengetahui mengidap hipertensi atau tidak.
Ilustrasi seseorang diukur tekanan darah, untuk mengetahui mengidap hipertensi atau tidak.

BANTUL - Penyakit tidak menular (PTM) kini menjadi ancaman serius di Kabupaten Bantul, dengan hipertensi sebagai kasus tertinggi yang terus meningkat setiap tahunnya.

Data dari Dinas Kesehatan Bantul menunjukkan tren lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir, bahkan mulai menyerang kelompok usia muda.

Berdasarkan catatan Dinkes Bantul pada tahun 2022 terdapat 39.053 kasus hipertensi di Bantul. Jumlah ini naik menjadi 49.305 kasus pada 2023.

Lonjakan terus terjadi pada 2024 dengan 62.560 kasus, dan hingga April 2025 saja, sudah tercatat 40.710 kasus.

“Hipertensi yang paling banyak kasusnya, itu yang dilaporkan ke kita,” jelas Kepala Seksi Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul Vera Fenanose Rabu (4/6).

Ia menegaskan, jumlah tersebut hanya berdasarkan laporan yang masuk, dan kemungkinan jumlah riil di lapangan bisa lebih besar.

Fenomena ini menyoroti bahwa penyakit tidak menular tidak lagi dominan menyerang usia lanjut.

Meski mayoritas penderita memang berasal dari kelompok usia dewasa ke atas, namun tidak sedikit pasien muda yang mengalami hipertensi bahkan hingga stroke.

“Banyak juga yang terkena hipertensi, bahkan stroke, di usia muda,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa bertambahnya usia memang meningkatkan risiko penyakit kronis, namun gaya hidup menjadi faktor utama yang membuat usia muda juga rentan. (cr2)

Editor : Bahana.
#hipertensi #penyakit tidak menular #Bantul