JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY memastikan belum adanya kasus baru Covid-19 di Jogjakarta. Meski demikian, dinkes tetap menindaklanjuti Surat Edaran (SE) tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Kasus Covid-19 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.
"Kami akan tindak lanjut, kami tetap menjaga agar masyarakat tidak panik," ujar Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningatutie saat dikonfirmasi Senin (2/6).
Tindak lanjut yang dilakukan salah satunya menyiapkan aspek teknis program serta ketersediaan sarana dan prasanana. Fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang ada di seluruh DIY juga dipastikan terkait kesiapsiagaannya.
“SE tersebut juga sudah sampai di kabupaten/kota," tuturnya.
SE tersebut diterbitkan sejak 23 Mei 2025 untuk menanggapi peningkatan kasus Covid-19 di kawasan Asia. Varian Covid-19 yang dominan menyebar di Thailand adalah XEC dan JN. Beberapa varian turunan juga ditemukan di Singapura, Hongkong, dan Malaysia. Namun, angka transmisi penularan dan kematiannya rendah.
Sementara situasi Covid-19 di Indonesia memasuki minggu ke-20 saat ini menunjukkan tren penurunan kasus. Dari 28 kasus pada minggu ke-19, turun menjadi tiga kasus di minggu ke-20.
Selain ditujukan kepada dinkes, surat itu juga ditujukan kepada seluruh direktur rumah sakit di Indonesia. "Kami juga rutin melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat terkait itu," bebernya.
Meskipun belum ditemukan kasus, dinkes tetap berupaya mencegah penyebaran Covid-19. Dia pun mengi9mbau masyadakat agar menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS). "Edukasi dilakukan secara terukur agar tidak menimbulkan kepanikan, tetapi tetap meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga diri dan lingkungan," bebernya.
Dia menegaskan, masyarakat juga perlu menerapkan hal kecil seperti penggunaan masker. Khususnya saat sedang sakit atau tidak enak badan. Selain itu, fasyankes juga diminta mulai menghitung kebutuhan bahan medis habis pakai (BMHP) serta menyiapkan ruang isolasi atau ruang infeksi sesuai kondisi di masing-masing wilayah. “(Meskipun, Red) belum ada laporan diagnosa terkait,” sebutnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita