Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Indonesia Peringkat Kedua Dunia Kasus TBC, Waspadai Lonjakan Saat Musim Liburan

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 30 Mei 2025 | 14:15 WIB
Ilustrasi, penderita tuberculosis.
Ilustrasi, penderita tuberculosis.

RADAR JOGJA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menginformasikan bahwa Indonesia kini berada pada peringkat kedua tertinggi secara global dalam jumlah kasus tuberkulosis (TBC).

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2024, lebih dari 1 juta kasus TBC tercatat di Indonesia setiap tahunnya.

Dari data tersebut menjadikan negara ini sebagai salah satu dengan beban TBC tertinggi di dunia, setelah India.

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan terutama menyerang paru-paru.

Penularan terjadi melalui percikan udara yang mengandung bakteri dari penderita aktif.

Penyakit ini dapat diobati, namun tetap menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat infeksi di Indonesia.

Faktor penyebaran TBC meliputi ventilasi udara yang tidak memadai, kepadatan penduduk, deteksi dini yang rendah, serta pengobatan yang tidak tuntas.

Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap gejala awal, seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, dan demam ringan, masih tergolong rendah.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI dr Rina Wardhani, menjelaskan bahwa peningkatan mobilitas selama musim liburan dapat memicu lonjakan penularan.

“Mobilitas masyarakat yang tinggi, terutama saat bepergian atau berkumpul di ruang tertutup, meningkatkan risiko penularan,” ujar dr Rina dikutip dari laman Kemenkes.

Sebagai respons, Kementerian Kesehatan memperkuat strategi nasional pengendalian TBC melalui:

• Pelacakan aktif di wilayah padat penduduk.
• Pemeriksaan dahak dan rontgen di fasilitas kesehatan tertentu.
• Pemberian terapi pengobatan jangka panjang secara gratis.
• Kampanye edukasi masyarakat terkait pencegahan dan pengobatan TBC.

WHO menargetkan eliminasi TBC secara global pada tahun 2030.

Untuk mendukung target tersebut, upaya deteksi dini dan pengobatan yang konsisten menjadi prioritas pemerintah.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar untuk segera memeriksakan diri jika mengalami batuk lebih dari dua minggu.

Selanjutnya agar menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kemudian menghindari tempat tertutup yang ramai saat bergejala, dan menggunakan masker dan menjaga etika batuk.

Kemenkes menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mengurangi angka kejadian TBC secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (Tri Advent Sipangkar)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Peringkat Kedua Dunia Kasus TBC #lonjakan bandara selama nataru #tuberkulosis #waspada #Faktor penyebaran TBC #liburan #tbc #Indonesia