JOGJA – Yanik Heryani, lansia berusia 61 tahun asal Kelurahan Bausasran, Kemantren Danurejan pede saat tampil dalam peringatan hari lanjut usia nasional (HLUN) Jumat (16/5). Dengan menggunakan bahasa Jawa, dia membacakan geguritan atau puisi. Penampilannya pun dipuji dengan aplaus hadirin.
Yanik mengaku senang bisa tampil dalam lomba geguritan. Sebab dengan kegiatan tersebut dirinya bisa sehat secara fisik dan mental. “Kami (lansia) merasa dihargai sebagai bagian penting dalam masyarakat,” tuturnya .
Dia pun mengaku, dengan lomba geguritan yang dilaksanakan kemantren Danurejan juga bisa membuat dirinya menunjukkan potensi kepada banyak orang. Sekaligus turut berperan dalam pelestarian budaya meski usia sudah tidak lagi muda.
“Geguritan yang saya bawakan berjudul Wong Jawa, berisi tentang pentingnya mewarisi budaya Jawa tanpa melihat kiblat negeri orang,” ujar Yanik.
Kemantren Danurejan, Kota Jogja melaksanakan berbagai kegiatan untuk memperingati HLUN. Di antaranya lomba geguritan, skrining kesehatan, senam hingga pasar UMKM. Melalui kegiatan tersebut para lansia diajak semakin aktif meski sudah memasuki usia senja.
Dari berbagai rangkaian kegiatan, salah satu yang cukup menarik perhatian adalah lomba geguritan. Pasalnya, para lansia diajak untuk membacakan puisi berbahasa Jawa. Peserta pun tampak penuh percaya diri saat menampilkan kebolehannya.
Mantri Pamong Praja Kemantren Danurejan Bambang Endro Wibowo menyampaikan, rangkaian kegiatan peringatan HLUN menjadi salah satu quick wins yang disepakati bersama dengan kepala daerah.
Berbagai acara yang digelar pun bertujuan untuk mendorong lansia agar lebih aktif dan sehat.
Endro mengaku, jumlah lansia di wilayahnya mencapai 2.000 jiwa dan tersebar di Kelurahan Bausasran, Tegalpanggung, serta Suryatmajan.
Upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan para lansia juga diwujudkan kemantren dengan menyediakan pelayanan kesehatan gratis.
Program itu diselaraskan dengan program satu bidan satu kampung yang menjadi salah satu amanat wali kota. Melalui berbagai kegiatan yang sudah berjalan, dia berharap dapat meningkatkan usia harapan hidup masyarakat.
Serta mewujudkan lansia Kota Jogja yang sehat serta sejahtera. “Pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia menjadi prioritas kami, dan merupakan salah satu program quick wins dalam 100 hari kerja wali kota Jogja,” terang Endro.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja Wirawan Hario Yudho membeberkan, hingga akhir 2024 lansia berusia 60 tahun mencapai 64.267 jiwa. Jumlah itu sekitar 15,46 persen dari total penduduk Kota Jogja.
Dengan tingginya jumlah lansia, Yudho menilai penting bagi pemerintah untuk terus memberikan ruang bagi lansia.
Hal itu agar para lansia dapat tetap aktif dan tidak terpuruk karena merasa menjadi beban bagi keluarga. “Kami ingin para lansia tidak hanya beraktivitas di rumah, tetapi tetap sehat, bahagia, mandiri, dan bermartabat,” katanya. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo