SLEMAN - Rencana pembangunan RSUD Sleman terus berlanjut, meski telah terjadi perubahan desain dan anggaran. Dari rencana awal dibangun tiga lantai, kini perencanaan diubah menjadi lima lantai. Ini karena adanya evaluasi agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.
"Ada yang keliru sehingga perlu dievaluasi agar dikemudian hari tidak ada masalah," kata Bupati Sleman Harda Kiswaya.
Harda menjelaskan, apabila proyek terus dijalankan sebagaimana mestinya, maka gedung baru ini tidak akan bisa dipakai.
Meski waktunya jadi molor, dia menegaskan pembangunan bisa tetap dimulai tahun ini.
"Gedungnya nanti untuk IGD, jantung, dan stroke. Kami bangun gedung nanti, dari pemerintah pusat akan bantu peralatannya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Kabupaten Sleman Zaini Anwar menambahkan, awalnya detail engineering design (DED) maupun pembangunan fisik akan dikerjakan oleh RSUD Sleman sendiri.
Namun, kini untuk pekerjaan fisik diserahkan pada DPUPKP. Sementara untuk DED yang baru masih dalam proses pengerjaan oleh RSUD Sleman.
"Kalau hitung-hitungan teknis waktu pelaksanaan butuh delapan bulan. Nanti proses lelangnya dua bulan lebih," jelasnya.
Untuk desain awal tiga lantai sendiri dia menyebut telah sampai tahap lelang konsultan pengawas. Pemenangnya sudah keluar, tetapi masih dalam tahap sanggah.
"Kemudian karena pembangunan fisik awal dibatalkan, tentu konsultan pengawas juga batal," terangnya.
Zaini menyebut, penambahan lantai membuat perencanaan fisik berubah total. Baik itu pondasi, kolom, gambar bangunan, hingga volume.
Sehingga, proses lelang fisik sendiri juga masih menunggu DED yang baru.
Dia menyebut, untuk desain awalnya pagu anggarannya mencapai Rp 80 miliar. Rencana dibangun dalam dua tahap pada 2025 dengan Rp 50 miliar dan 2026 dengan Rp 30 miliar.
"Kalau yang lima lantai kebutuhan anggarannya perkiraan Rp 122 miliar karena DED sendiri juga belum jadi," bebernya.
Adapun, rencana baru pembangunan ini dilakukan dengan metode multiyears. Pada 2025 maksimal menggunakan Rp 30 miliar sementara 2026 sisanya.
"Jadi satu kali tahapan, tetapi melewati tahun anggaran. Beda dengan rencana awal," tambahnya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita