RADAR JOGJA - Musim pancaroba dan musim hujan sering kali menjadi waktu rawan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Salah satu penyebab utamanya adalah nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di tempat-tempat tergenang air, seperti wadah bekas, talang air yang mampet, atau barang-barang tak terpakai di sekitar rumah.
Nyamuk Aedes aegypti adalah pembawa virus dengue. Virus ini dapat menyebabkan gejala demam tinggi, nyeri otot dan sendi, ruam kulit, bahkan pendarahan yang berbahaya jika tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan berbagai langkah pencegahan sedini mungkin.
Masyarakat umumnya sudah mengenal metode pencegahan DBD dengan prinsip 3M: Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penyimpanan air, dan Mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Namun, seiring dengan meningkatnya kasus dan penyebaran nyamuk yang semakin luas, diperlukan langkah tambahan agar pencegahan lebih maksimal.
Berikut beberapa upaya tambahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran DBD:
Memasang kasa nyamuk di jendela dan ventilasi rumah, atau menggunakan kelambu saat tidur
Tidak menumpuk atau menggantung pakaian terlalu lama karena bisa menjadi tempat nyamuk bersarang
Menggunakan lotion atau semprotan anti nyamuk, terutama saat berada di luar ruangan
Mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk menghindari gigitan nyamuk
Membersihkan dan memangkas tanaman liar atau semak-semak di sekitar rumah
Menghias rumah dengan tanaman pengusir nyamuk alami seperti serai, lavender, atau kemangi
Menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat
Mendapatkan vaksin DBD jika tersedia dan direkomendasikan oleh tenaga kesehatan
Langkah-langkah di atas sangat penting dilakukan sebagai bentuk perlindungan diri dan keluarga dari bahaya demam berdarah.
Peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar sangat menentukan keberhasilan pemberantasan sarang nyamuk.
Jika seseorang mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot atau tulang, sakit kepala parah, muncul bintik-bintik merah di kulit, atau nyeri di belakang mata, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan tingkat kesembuhan penderita DBD.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara konsisten, kita dapat meminimalisir risiko penularan DBD di musim pancaroba ini.
Penulis: Abel Alma Putri