JOGJA - Program cek kesehatan gratis bagi lansia pada April ini resmi diselenggarakan secara serentak kemarin (14/5). Dalam kegiatan itu, para lansia di Kota Jogja dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, layanan cek kesehatan gratis merupakan salah satu upaya pemkot melakukan deteksi dini dan peningkatan kualitas hidup lansia. Sekaligus menjadi quick wins 100 hari kerja kepala daerah dalam bidang kesehatan.
Hasto menyampaikan, pemeriksaan kesehatan bagi lansia merupakan hal penting. Sebab 16 persen penduduk Kota Jogja merupakan kalangan lansia. Bahkan DIJ juga menjadi salah satu wilayah dengan usia harapan hidup tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan data BPS DIJ tahun 2023, usia harapan hidup (UHH) di Kota Jogja pada 2023 mencapai 75 tahun. Rinciannya untuk rata-rata laki-laki 73,18 tahun dan perempuan 76,83 tahun.
"Untuk itu menjadi penting bagaimana pemeriksaan gratis ini disediakan. Mulai cek tensi, gula darah, kolesterol, dan asam urat,” ujar Hasto di sela kunjungannya di Kelurahan Brontokusuman, Mergangsan.
Kulonprogo periode 2011-2019 itu menyatakan, setiap satu bulan sekali para lansia akan diberi pelayanan cek kesehatan gratis. Namun persyaratannya harus memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kota Jogja.
Dalam kegiatan di Kelurahan Brontokusuman, Hasto mengungkap, ada sekitar 1.120 lansia di Kemantren Mergangsan. Dari jumlah itu 50 lansia masuk kategori jompo yang tidak bisa beraktivitas di luar rumah.
Oleh karena itu, Hasto memastikan, pemkot juga memiliki program Satu Kampung Satu Bidan atau Tenaga Kesehatan (Nakes). Para nakes nantinya akan mendatangi para lansia jompo minimal tiga bulan sekali untuk memeriksa kondisi kesehatannya.
"Jadi bukan nakesnya yang menunggu, tapi mereka yang menyambangi. Sehingga semua lansia di Kota Jogja tetap terpantau kondisi kesehatannya,” bebernya.
Salah seorang lansia yang mengikuti cek kesehatan gratis, Sri Mulyani menyampaikan, program ini cukup dirasakan manfaatnya.
Sebab dirinya bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara rinci. Mulai kesehatan mata, gigi, hingga gula dan tekanan darah.
Perempuan 62 tahun asal Brontokusuman itu pun berharap, program cek kesehatan gratis yang menyasar lansia bisa lebih luas lagi. Misalnya dapat dilakukan di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan.
"Senang sekali wali kota mewujudkan programnya. Ini harus ditingkatkan,” pesan Sri. (inu/laz)
Editor : Heru Pratomo