Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Saat Lebaran Tak Jaga Pola Makan Risiko Diabetes Meningkat, Ini Saran dari Dokter

Naila Nihayah • Minggu, 30 Maret 2025 | 02:29 WIB

Ilustrasi makanan sehat ingat porsi tekan diabetes. (health.harvard.edu)
Ilustrasi makanan sehat ingat porsi tekan diabetes. (health.harvard.edu)




MAGELANG - Risiko penyakit diabetes saat momentum Lebaran diprediksi bakal meningkat. Bahkan, setiap Lebaran, RSU Syubbanul Wathon Magelang kerap menerima pasien dengan gejala diabetes. Itu dikarenakan pola makan yang tidak terkontrol hingga membuat kadar gula darah di dalam tubuh semakin tak terkendali.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Syubbanul Wathon Adrianus Tyasmono mengutarakan, bulan puasa menjadi momentum untuk mengontrol pola makan. Termasuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Hanya saja, saat Lebaran, perubahan pola makan cenderung signifikan.

Baca Juga: Hadapi Libur Lebaran Dinkes Bantul Sudah Siapkan Hadapi Kemungkinan KLB Bila Terjadi

Sebab pada momen tersebut, banyak makanan dan minuman manis yang disuguhkan. "Entah dari nasinya, kue, biasanya roti dan biskuit, maupun minuman yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah," sebut Adrianus, kemarin.

Biasanya, di momentum Lebaran, terjadi lonjakan pasien penderita diabetes yang datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan atau check up gula darah. Saat itulah, Adrianus akan memberikan edukasi kepada pasien untuk menerapkan pola hidup sehat agar kondisi kesehatannya stabil.

Baca Juga: Dinantikan sejak Januari, Akhirnya Nelayan Pesisir Selatan Bantul Bisa Berlebaran dengan Hasil Panen Bawal Laut

Dia menyebut, usia 50 tahun ke atas cukup rawan menderita diabetes melitus (DM). Namun, tidak menutup kemungkinan, kawula muda yang tidak bisa mengontrol pola makannya, bisa menderita diabetes. Selain makanan, faktor pemicu penderita diabetes adalah aktivitas yang minim dan berpotensi mengganggu metabolisme gula. Sehingga mempercepat peningkatan kadar gula.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Syubbanul Wathon Adrianus Tyasmono
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Syubbanul Wathon Adrianus Tyasmono


Adrianus menjelaskan, ada dua tipe DM. Yakni DM tipe 1 yang banyak diderita oleh anak-anak akibat faktor genetik dan DM tipe 2 yang diderita orang dewasa karena hormon insulin tidak sentitif dalam menurunkan kadar gula darah.

Saat disinggung soal ciri-ciri diabetes, kata dia, yang paling sering dialami oleh penderitanya, yaitu 3P. Pertama, poliphagia atau banyak makan. Lalu, polidypsia atau banyak minum. Serta poliuri atau banyak kencing. Selain itu, terjadi penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya

Dia menambahkan, agar meminimalisasi potensi penyakit diabetes, sebaiknya pasien melakukan konsultasi dan rutin memeriksa kesehatannya. "Kedua, olahraga di pagi hari. Selama ini, orang-orang cenderung susah untuk bebrolahraga meskipun jalan kaki," ujar dia.

Baca Juga: Pengangguran di Sleman Bisa Ikuti Program Padat Karya, Berbayar hingga Rp 95 Ribu per Hari

Adrianus pun mewanti-wanti agar masyarakat berhati-hati dalam memilah dan memilih makanan yang berindeks glikemik rendah. Sementara ambang batas kadar gula darah seseorang itu kurang dari 140. "Jadi, masyarakat harus lebih aware terhadap kesehatannya. Termasuk mengatur pola makan," imbuhnya.

Direktur RSUD Syubbanul Wathon M Iqbal Gentur Bismono menambahkan, selama masa Lebaran, biasanya ada lonjakan pasien penderita diabetes yang melakukan check up. Tapi, dia tidak menyebut detail jumlahnya. "Karena diabetes merupakan pintu masuk bagi masalah kesehatan, seperti gangguan jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal," sebutnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#aktivitas fisik #Gaya Hidup #pola makan #ciri-ciri diabetes #DM #diabetes militus #gula darah #lebaran