Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hati-hati Diabetes, Kebanyakan Konsumsi yang Manis-manis Saat Lebaran

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 29 Maret 2025 | 16:43 WIB
Ilustrasi makanan manis saat lebaran.
Ilustrasi makanan manis saat lebaran.

RADAR JOGJA - Lebaran Idulfitri adalah hari di mana masyarakat Muslim merayakan kemenangan setelah berpuasa selama satu bulan.

Biasanya, di hari Lebaran, setiap keluarga menyiapkan banyak makanan, mulai dari ketupat, kue kering, hingga kue kaleng. Semua serba ada.

Karena sebelumnya berpuasa, saat Lebaran konsumsi makanan cenderung lebih banyak dari biasanya.

Hal ini menyebabkan banyak orang tidak menjaga pola makan dan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan.

Dilansir dari Kemenkes, konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) yang disarankan per orang adalah 50 gram atau 4 sendok makan gula.

Adapun acuan lainnya, orang dewasa tidak boleh mengonsumsi lebih dari 30 gram (7 sendok teh) per hari.

Anak-anak usia 7 hingga 10 tahun tidak boleh lebih dari 25 gram (6 sendok teh) per hari, sedangkan anak-anak usia 2 hingga 6 tahun tidak boleh lebih dari 19 gram (4 sendok teh) per hari.

Ciri-ciri Seseorang Mengalami Diabetes di Usia Muda

Diabetes sendiri terbagi menjadi dua tipe. Yakni, tipe 1 dan tipe 2.

Perbedaan antara diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 terletak pada pemicunya.

Tipe 1 disebabkan oleh penyakit autoimun yang menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin.

Sementara itu, tipe 2 disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat dan kurangnya kontrol terhadap asupan gula dalam tubuh.

Diabetes tipe 2 ini biasanya muncul sebagai efek jangka panjang, tetapi di zaman sekarang banyak anak muda yang telah terkena diabetes tipe 2.

Orang yang sering terkena diabetes di usia muda, terutama tipe 2, umumnya mengalami kelebihan berat badan.

Berat badan yang berlebih membuat gula dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel sebagaimana mestinya.

Gejala yang sering terjadi ketika seseorang mengidap diabetes tipe 2, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Yaitu berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat dan kurangnya kontrol terhadap asupan gula. 

Ciri Diabetes Tipe 2

1. Peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari.

Kadar gula darah yang tinggi bisa memicu infeksi saluran kemih, menyebabkan frekuensi berkemih meningkat.


2. Rasa haus yang meningkat.

Akibat sering buang air kecil, tubuh lebih cepat merasa haus.

3. Kelelahan.

Kadar gula yang tinggi dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengubah glukosa menjadi energi.

4. Berat badan turun.

Gangguan dalam metabolisme protein dan lemak yang disebabkan oleh defisiensi insulin dapat menyebabkan penurunan berat badan.

5. Gatal di area kelamin.

Infeksi jamur akibat menurunnya sistem imun dapat meningkatkan pertumbuhan jamur.

6. Lebih mudah marah dan mengalami perubahan mood yang tidak stabil.

7. Penglihatan mendadak kabur.

8. Proses penyembuhan luka yang lama.

9. Sering mengalami kebas atau kesemutan di area kaki dan tangan.

Maka dari itu, meskipun makanan manis menggoda saat bertamu atau ketika di rumah banyak tersedia makanan manis, tetap harus dikontrol agar tidak menumpuk dan memicu penyakit.

Efek dari diabetes ini bersifat jangka panjang, bukan sesuatu yang langsung dirasakan.

Apalagi, di masa sekarang semakin banyak remaja atau anak muda yang telah mengalami diabetes melitus tipe 2.

Oleh karena itu, lebih baik mencegah daripada mengobati. (Faiq Rivaldy)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#diabetes di usia muda #muslim #pola makan #kemenkes #tipe diabetes #Ciri Diabetes Tipe 2 #konsumsi makanan manis #diabetes #masyarakat #lebaran #idulfitri