BANTUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul sudah bersiap menghadapi kejadian luar biasa (KLB) yang mungkin saja terjadi saat libur Lebaran. Sebab mobilitas masyarakat tinggi saat mudik maupun berwisata.
Sekretaris Dinkes Bantul Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama atau puskesmas didorong untuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi terhadap pencegahan KLB. Utamanya KLB yang terjadi karena keracunan makanan massal.
Hal ini berkaca selama Ramadan, sudah terjadi dua kasus. “Keracunan makanan sangat berpotensi besar saat libur panjang hari raya karena masyarakat banyak mengadakan acara makan bersama,” katanya, Kamis (27/3/2025).
Dia mengingatkan, agar masyarakat dapat memastikan keamanan makanan jangan sampai mengonsumsi yang kedaluwarsa. Jangan sampai dibeli apalagi dikonsumsi karena akan sangat membahayakan bagi kesehatan.
Sri Wahyu menyampaikan, sudah melakukan sweeping ke toko dan apotek untuk mengecekan bahan makanan dan obatan. “Itu untuk memastikan obat dan makanan yang beredar masih layak konsumsi,” sambungnya.
Langkah tersebut bekerja sama dengan BPOM Jogja untuk preventif terhadap keracunan. Selain itu, dalam memasak masyarakat diminta tetap berhati-hati dan memperhatikan kebersihan tempat masak.
Bakteri yang ada di tempat makanan bisa memicu keracunan juga. Selain itu, pergerakan masyarakat yang meningkat saat libur Lebaran pun menjadi perhatian Dinkes Bantul. “Kegawatdaruratan umum dan laka lantas yang mungkin terjadi seluruh rumah sakit dan 16 puskesmas rawat inap membuka layanan 24 jam,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah tersebut untuk mengantisipasi segala kemungkinan kecelakaan yang terjadi. Namun, tetap dia mengharapkan tidak ada kejadian yang memakan korban banyak atau kecelakaan yang mematikan. Faskes di dekat destinasi wisata seperti pantai ataupun kawasan perbukitan Dlingo pun sudah disiagakan.
“Untuk pantai ada Puskesmas Kretek dan Sanden sedangkan Perbukitan Mangunan ada Puskesmas Imogiri,” ucap Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara.
Menurutnya, faskes tersebut akan dapat dimanfaatkan untuk menghadapi libur Lebaran. Kunjungan wisatawan yang meningkat bisa rentan terhadap berbagai kejadian.
Baik di kawasan Pantai Parangtritis, Pantai Samas, ataupun di Perbukitan Mangunan sudah disiapkan puskesmas rawat inap. Sudah memiliki IGD yang siap siaga selama 24 jam meskipun libur Lebaran. (rul)
Editor : Sevtia Eka Novarita