Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cuma Minum Air Putih Tapi Berat Badan Tetap Naik? Jangan-Jangan Liver Kamu Bermasalah! Simak Penjelasannya!

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 7 Maret 2025 | 01:35 WIB
Pengaruh konsumsi air putih terhadap berat badan yang berkaitan dengan kesehatan hati.
Pengaruh konsumsi air putih terhadap berat badan yang berkaitan dengan kesehatan hati.

RADAR JOGJA - Air putih dikenal sebagai komponen vital bagi kesehatan tubuh, namun muncul pertanyaan apakah mengonsumsinya dapat memengaruhi berat badan.

Beberapa sumber kesehatan memberikan penjelasan terkait hal ini.

Kenaikan Berat Badan Setelah Minum Air

Setelah mengonsumsi air putih, timbangan mungkin menunjukkan kenaikan berat badan.

Hal ini disebabkan oleh penambahan volume cairan dalam tubuh, yang mempengaruhi angka pada timbangan.

Namun, kenaikan ini bersifat sementara dan tidak terkait dengan peningkatan lemak tubuh.

Jika, kenaikan berat badan tidak turun secara normal kembali, memungkinkan adanya masalah pada liver.

Penting untuk diingat bahwa kenaikan atau penurunan berat badan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk asupan kalori, aktivitas fisik, metabolisme individu, dan komposisi tubuh.

Mengonsumsi air putih saja tanpa memperhatikan faktor-faktor lain kemungkinan besar tidak akan secara signifikan memengaruhi berat badan.


Kenaikan Berat Badan dan Fungsi Hati


Kondisi liver manusia yang lemah akan membuat berat badan tetap naik meski sudah berolahraga.

Ada beberapa kasus orang yang mengalami kenaikan berat badan hanya dengan minum air.

Secara ilmiah dijelaskan bahwa mereka berada dalam kondisi tubuh yang tidak baik, sehingga metabolismenya buruk dan akhirnya lemak yang harusnya sapat hilang justru menumpuk.

Jika adanya penurunan berat badan yang signifikan akibat dari diet air putih yang ekstrem, rupanya hal ini tidak disertai dengan penurunan lemak tubuh yang optimal.

Sebaliknya, penurunan berat badan tersebut lebih banyak berasal dari air, kalori, dan massa otot, yang dapat mempengaruhi kesehatan hati.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi gula olahan secara berlebihan pada minuman atau maknan juga dapat membebani hati.

Kelebihan gula, terutama fruktosa, dapat diubah menjadi lemak oleh hati, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD).

Beberapa ahli kesehatan mengemukakan bahwa mengonsumsi air putih dalam jumlah berlebihan dapat memberikan beban tambahan pada hati.

Jika hati bekerja terlalu berat, gejala yang mungkin muncul antara lain lesu, lelah, peningkatan berat badan, sakit kepala, pencernaan tidak teratur, serta rasa sakit di sisi kanan antara perut dan dada.


Jika mengalami gejala yang terkait dengan gangguan fungsi hati, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk evaluasi lebih lanjut. (Adinda Fatimatuzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#berat badan #Minum Air Putih Tapi Berat Badan Tetap Naik #penjelasan #bermasalah #minum air putih #liver