RADAR JOGJA – Konsumsi minuman manis yang berlebihan semakin menjadi perhatian tenaga medis karena berisiko tinggi terhadap kesehatan.
Dokter dan ahli gizi mengingatkan masyarakat untuk mengurangi asupan gula demi mencegah berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.
Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, konsumsi gula di Indonesia masih tergolong tinggi, dengan rata-rata masyarakat mengonsumsi lebih dari batas harian yang direkomendasikan, yaitu 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari.
Kebiasaan mengonsumsi minuman manis, seperti teh kemasan, soda, dan kopi dengan tambahan gula berlebih, menjadi penyumbang utama tingginya asupan gula harian.
“Gula yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin, yang menjadi pemicu utama diabetes tipe 2. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan risiko penyakit jantung,” ujar dr Andi Prasetyo, spesialis gizi klinik di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Tren konsumsi minuman manis juga marak di kalangan anak muda.
Minuman kekinian yang sering kali mengandung kadar gula tinggi semakin populer, tanpa disadari dapat berdampak buruk pada kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan juga berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan metabolisme dan peradangan dalam tubuh.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah dan organisasi kesehatan terus mengedukasi masyarakat untuk beralih ke gaya hidup sehat dengan mengurangi konsumsi gula.
Salah satu langkah yang diambil adalah kampanye “Gula Maksimal 4 Sendok Makan Sehari” guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membatasi asupan gula.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih, memilih minuman tanpa tambahan gula, serta memperhatikan label kandungan gula pada kemasan produk.
Dengan perubahan kecil dalam pola konsumsi, risiko penyakit akibat gula berlebih dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan berkualitas. (Nur Rahmawati)
Editor : Meitika Candra Lantiva