Gunungkidul – Menyambut bulan suci Ramadan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kepala DLH Gunungkidul Hary Sukmono menegaskan pentingnya meminimalkan timbulan sampah, terutama saat momen berbuka puasa dan pembagian takjil. "Kami mengingatkan, mengajak, dan mengimbau masyarakat, pedagang, pengurus masjid, takmir, serta panitia hari besar agar bersama-sama meminimalkan timbulan sampah," ujar Hary, Kamis (27/2).
Menurutnya, salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari kemasan plastik dalam kegiatan berjualan takjil. Pedagang makanan dan minuman didorong untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai dan menggantinya dengan wadah ramah lingkungan.
"Membawa wadah makan dan minum sendiri saat membeli takjil serta menggunakan kantong guna ulang saat berbelanja kebutuhan Ramadan," lanjutnya.
Dalam kegiatan berbagi takjil, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kemasan plastik dan menggantinya dengan peralatan yang dapat digunakan kembali. Penyajian hidangan berbuka dalam konsep prasmanan juga menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan karena mengurangi sampah kemasan.
"Bisa menyajikan makanan dengan kemasan yang ramah lingkungan, seperti daun pisang dan jati sebagai pembungkus makanan," jelasnya.
Terkait operasional pengelolaan sampah selama Ramadan, Hary memastikan petugas kebersihan tetap bekerja seperti biasa tanpa ada pengurangan jadwal. Sampah tetap harus dikelola setiap hari tanpa mengenal musim atau hari libur.
"Bahkan, menjelang Hari Raya Idulfitri, akan ada surat edaran dari bupati mengenai pengelolaan sampah selama libur Lebaran," tuturnya.
Meski belum memiliki data pasti mengenai tren timbulan sampah selama Ramadan, pihaknya berharap kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah semakin meningkat. Hary juga menekankan pentingnya "puasa plastik" sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan. "Selain puasa makan, kami juga dorong masyarakat untuk puasa plastik," ujarnya. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo