RADAR JOGJA - Ikan asin merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia karena rasanya yang gurih dan harganya yang terjangkau.
Namun, di balik kelezatannya, konsumsi ikan asin secara berlebihan ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan, bahkan berisiko memicu kanker.
Kandungan Berbahaya dalam Ikan Asin
Menurut para ahli kesehatan, ikan asin mengandung zat karsinogenik yang dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker nasofaring.
Proses pengawetan ikan asin yang menggunakan garam dalam jumlah besar serta sering terpapar sinar matahari dapat menghasilkan zat nitrosamin.
Zat ini dikenal sebagai salah satu penyebab utama pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
“Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi ikan asin yang berlebihan, terutama yang diawetkan dengan cara tradisional, dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring. Hal ini disebabkan oleh kandungan nitrosamin yang terbentuk dalam proses pengawetan,” ujar dr Andi Setiawan, spesialis onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Kaitan Ikan Asin dengan Kanker Nasofaring
Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang menyerang bagian belakang rongga hidung dan tenggorokan.
Gejalanya sering tidak disadari, seperti hidung tersumbat yang terus-menerus, telinga berdenging, mimisan, hingga pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
Beberapa penelitian di Asia, termasuk di Indonesia, menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat konsumsi ikan asin yang tinggi cenderung memiliki angka kejadian kanker nasofaring lebih tinggi.
Pola makan yang kaya akan makanan asin dan diawetkan diyakini sebagai salah satu faktor pemicu utamanya.
Bagaimana Cara Mengurangi Risiko?
Meskipun ikan asin tetap bisa dikonsumsi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatannya:
1. Batasi Konsumsi – Jangan mengonsumsi ikan asin terlalu sering. Sebaiknya, kombinasikan dengan makanan sehat lainnya seperti sayur dan buah.
2. Perhatikan Cara Pengolahan – Hindari menggoreng ikan asin terlalu lama karena dapat meningkatkan kadar zat karsinogenik. Lebih baik dikukus atau dimasak dengan cara lain yang lebih sehat.
3. Pilih Ikan Asin yang Berkualitas – Pastikan ikan asin yang dikonsumsi tidak mengandung bahan tambahan berbahaya seperti formalin atau pewarna buatan.
4. Perbanyak Asupan Antioksidan – Konsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan, seperti wortel, brokoli, dan tomat, untuk membantu menangkal efek buruk nitrosamin. (Nur Rahmawati)
Editor : Meitika Candra Lantiva