RADAR JOGJA - Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan neurodevelopmental yang ditandai dengan kesulitan dalam memperhatikan, mengendalikan impuls, dan hiperaktivitas.
Menurut American Psychiatric Association (APA) (2013) dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed).
ADHD terbagi menjadi tiga (3) jenis antara lain; tipe inatetif (kesulitan untuk fokus dan mengikuti instruksi) tipe hiperaktif-impulsif (perilaku yang sangat aktif dan impulsid tanpa pertimbangan), tipe kombinasi (gabungan dari tipe inatentif dan hiperaktif-impulsif).
ADHD biasanya didiagnosis pada masa anak-anak, tetapi bisa berlanjut hingga usia dewasa dan gangguan ini juga dapat memengaruhi hubungan sosial, akademik, dan pekerjaan seseorang.
Ciri-ciri penyakit ADHD yang perlu dikenali:
1. Kesulitan Memusatkan Perhatian
Individu dengan ADHD sering kali merasa kesulitan untuk fokus, bahkan pada tugas yang mereka anggap penting.
Pikiran mereka mudah teralihkan, dan mereka cenderung tidak menyelesaikan pekerjaan yang dimulai.
2. Impulsif Tanpa Berpikir
Sifat impulsif adalah salah satu ciri has ADHD.
Mereka sering membuat keputusan terburu-buru tanpa mempertimbangkan konsekuensinya, seperti menyela percakapan atau bertindak sebelum berpikir matang.
3. Hiperaktif Tanpa Henti
Pada anak-anak, gejala ini biasanya terlihat jelas dengan mereka yang tidak bisa duduk diam, bergerak terus-menerus, atau kesulitan untuk tetap tenang.
Pada orang dewasa, gejala ini bisa tampak dalam bentuk rasa gelisah atau cemas.
4. Kesulitan Mengatur Tugas dan Waktu
Tugas yang memerlukan perhatian jangka panjang sering kali berakhir setengah jadi.
Individu dengan ADHD sering terjebak dalam rutinitas yang berantakan dan kesulitan merencanakan atau mengorganisir pekerjaan.
5. Perilaku yang Terkadang Tidak Sesuai dengan Usia
Anak-anak dengan ADHD mungkin menunjukkan perilaku yang lebih ‘dewasa” atau “liar” dibandingkan dengan teman sebaya mereka.
Bisa juga mereka terlalu banyak bicara, berlarian tanpa henti, atau bahkan bertinfak tidak sabar.
6. Mood yang Tidak Stabil dan Mudah Tersinggung
Mudah marah atau frustasi sering terjadi pada individu dengan ADHD, terutama saat mereka merasa kesulitan mengatasi tugas atau tantangan dalam kehidupan mereka.
Jika tidak dikenali dan dikelola dengan baik, gejala-gejala ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kualitas hidup seseorang.
Penanganan yang tepat, seperti terapi perilaku, konseling, dan obat-obatan, bisa membantu individu dengan ADHD mengelola gejalanya dan menjalani kehidupan yang lebih produktif dan memuaskan. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva